Home / Fatwa / Hukum Merapikan Gigi Dengan Kawat

Hukum Merapikan Gigi Dengan Kawat

PERTANYAAN :

Apakah boleh meluruskan gigi dan merapatkannya sehingga tidak terpisah-pisah?


JAWABAN :

Apabila hal itu dibutuhkan maka hukumnya boleh, misalnya apabila pada gigi seseorang ada ketidaknormalan kemudian perlu ada perbaikan. Ini tidak apa-apa. 

Namun jika tidak diperlukan (tidak ada kelainan/masalah pada gigi), maka itu tidak diperbolehkan, bahkan ada larangan mengikir gigi (menipiskannya) dan merenggangkan gigi-gigi supaya penampilannya bagus. Bahkan ada ancaman terhadap orang yang nekad melakukannya. Karena perbuatan ini termasuk perbuatan sia-sia dan merubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Namun jika itu dilakukan dalam rangka pengobatan atau menghilangkan ketidaknormalan atau keperluan lainnya, maka itu tidak apa-apa, misalnya kesulitan mengunyah makanan kecuali jika giginya diperbaiki atau diluruskan.

  • Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullahu ta’ala
  • al-Muntaqa min Fatawa, 3 : 323-324

__________________

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886)

👤 An-Nawawi mengatakan :

وأما قوله : (المتفلجات للحسن) فمعناه يفعلن ذلك طلباً للحسن، وفيه إشارةٌ إلى أن الحرام هو المفعول لطلب الحسن، أما لو احتاجت إليه لعلاجٍ أو عيبٍ في السن ونحوه فلا بأس

“Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ‘Yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan’ artinya, dia melakukan hal itu untuk mendapatkan penampilan yang baik. Dalam hadits ini terdapat isyarat bahwa yang diharamkan adalah melakukan perenggangan gigi untuk memperindah penampilan. Namun jika dilakukan karena kebutuhan, baik untuk pengobatan atau karena cacat di gigi atau semacamnya maka dibolehkan.” (Syarh Shahih Muslim, 14 : 107).

________________________

  • Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Larangan Wanita Keluar Rumah Memakai Parfum !

Sesungguhnya dalam islam wanita sangatlah dimuliakan, wanita adalah sebuah perhiasan yang sangatlah mahal, bahkan tidak …

Islam Yang Sebenarnya Paling Memuliakan Wanita

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: ‏«لا ريب أن الإسلام جاء بإكرام المرأة والحفاظ …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com