Home / Mutiara Salaf

Mutiara Salaf

Para Salaf Dalam Memandang Amalan Mereka

Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata: كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويعدون أنفسهم من المقصرين المفرطين المذنبين. ونحن مع إساءتنا نعد أنفسنا من المحسنين. “Dahulu para salaf bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebaikan, namun mereka menganggap diri mereka termasuk orang-orang yang melakukan kekurangan, menyia-nyiakan, dan banyak dosa. Sedangkan kita bersamaan dengan …

Read More »

Kemunafikan Berlapis

Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata: فمن أظهر للناس خشوعًا فوق ما في قلبه فإنَّمَا هو نفاق على نفاق. “Siapa yang menampakkan kepada orang lain kekhusyukan melebihi apa yang ada dalam hatinya maka itu merupakan kemunafikan di atas kemunafikan.” ____________ Rawai’ut Tafsir, jilid 2 hlm. 11

Read More »

Penyakit Yang Paling Membahayakan

Zuhair al-Abid rahimahullah berkata: إن كنتَ سلمت من المعاصي فإنك في عافية، وإلا فلا داء أدوى من الذنوب. “Jika engkau bisa terbebas dari kemaksiatan maka sesungguhnya engkau berada dalam keselamatan, kalau tidak maka tidak ada penyakit yang lebih membahayakan dibandingkan dosa.” At-Taubah, karya Ibnu Abid Dunya, hlm. 50

Read More »

Perkara Yang Tidak Memiliki Keburukan Sama Sekali

Aun bin Abdullah rahimahullah berkata: الخير الذي لا شر فيه: الشكر مع العافية، فكم من منعم عليه غير شاكر، وكم من مبتلى غير صابر. “Kebaikan yang tidak ada keburukan padanya: bersyukur disertai keselamatan lahir dan bathin, karena berapa banyak seseorang yang diberi kenikmatan tidak bersyukur, dan berapa banyak orang yang …

Read More »

Bahaya Kawan Yang Gemar Berjidal (berdebat)

Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata: لا تجادل إلا رجلا إن كلمته رجوتَ أن يرجع، فأمّا من كلّمته فجادلك فإياك أن تكلمه. “Jangan berdiskusi kecuali dengan seseorang yang jika engkau berbicara dengannya engkau berharap dia akan kembali kepada kebenaran, adapun orang yang jika engkau berbicara dengannya dia mendebatmu maka jangan sekali-kali …

Read More »

Merasa Benar Tanpa Tahu Kapasitas Diri

Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata: مَن يُبَرئ نَفسه من الخطأ ، فهو مَجنُون! . “Barangsiapa yang menganggap dirinya terlepas dari kesalahan, maka ia adalah orang yang tidak waras ” Al-Adab as-Syar’iyyah 2/251

Read More »

Berbicara Tahu situasi dan kondisi

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: مَا أَنْتَ بِمُحَدِّثٍ قَوْمًا حَدِيثًا، لَا تَبْلُغُهُ عُقُولُهُمْ، إِلَّا كَانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةً “Sesungguhnya tidaklah engkau berbicara kepada suatu kaum dengan suatu pembicaraan yang tidak dipahami akal mereka, melainkan akan terjadi fitnah pada sebagian mereka.” Muqaddimah shahiih Muslim, halaman 23

Read More »

Menganggap Diri Lebih Baik?

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata : “Berbangga Diri, sampai-sampai dikhayalkan, “bahwa engkau lebih baik dari pada saudaramu”. Padahal bisa jadi engkau tidak mampu mengamalkan sebuah amalan yang mana dia mampu melakukannya. Padahal bisa jadi dia lebih berhati-hati dari perkara-perkara haram dibandingkan engkau, dan dia lebih suci amalannya dibandingkan engkau.” ______________ Hilyatu …

Read More »

Keadaanmu Dalam Kuburmu Kelak

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: حال العبد في القبر كحال القلب في الصدر، نعيماً وعذاباً، وسجناً وانطلاقاً، فإذا أردت أن تعرف حالك في قبرك، فانظر إلى حال قلبك في صدرك. Keadaan seorang hamba dalam kuburnya, itu seperti keadaan hatinya yang ada dalam dada. Apakah mendapatkan nikmat ataukah adzab, apakah terpenjara ataukah …

Read More »