Orang Kafir Diam Saja, Apakah Setiap Hari Tetap Berdosa?

Pertanyaan:
Apakah orang kafir mendapatkan dosa atas kekafirannya di setiap hari walaupun dia hanya berdiam diri?

Jawaban:
Bismillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Ya. Orang kafir tetap berada dalam keadaan berdosa selama ia menetap di atas kekafirannya, meskipun pada hari itu ia hanya berdiam diri dan tidak melakukan maksiat lainnya. Sebab, kekafiran bukan sekadar perbuatan yang telah berlalu, tetapi keadaan yang terus berlangsung hingga ia beriman atau meninggal.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka Allah tidak akan mengampuni mereka.” (QS. Muhammad: 34).

Namun, perlu dibedakan antara terus berada dalam keadaan berdosa dengan dicatat dosa baru setiap hari. Yang pertama jelas berdasarkan dalil. Adapun yang kedua, tidak ada dalil shahih yang secara tegas menjelaskan mekanisme pencatatannya, sehingga tidak boleh dipastikan.

Kesimpulan

Orang kafir terus berada dalam dosa kekafiran selama belum beriman. Namun, tidak ada dalil yang menyatakan bahwa setiap hari ia otomatis mendapatkan satu dosa baru hanya karena masih kafir. Wallahu a’lamu bishshawab.

Tim Shahihfiqih, 13 Shafar 1448 H / 27 Juli 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *