Bagaimana Tata Cara Mandi Junub?

Pertanyaan :

Bagaimana Tata Cara Mandi Junub?

Jawaban :

Mandi junub memiliki dua cara: cara yang sempurna sesuai tuntunan Nabi ﷺ dan cara yang mencukupi (mujzi’) untuk menghilangkan janabah.

1. Tata Cara yang Sempurna

Cara mandi junub yang lengkap sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ adalah:

1. Mencuci kemaluan terlebih dahulu (boleh menggunakan sabun, lalu dibilas).
2. Berwudhu secara sempurna, sebagaimana wudhu untuk shalat.
3. Menyiram kepala dengan air hingga air membasahi dan merata ke rambut serta kulit kepala.
4. Mengguyurkan air ke seluruh tubuh, memastikan air merata ke seluruh bagian tubuh (pada saat ini boleh menggunakan sabun dan shampoo, kemudian dibilas)
5. Mencuci kedua kaki di tempat yang berbeda dari tempat sebelumnya.

Hal ini berdasarkan hadis Maimunah radhiyallahu ‘anha dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim. Beliau menceritakan:

وَضَعْتُ لِلنَّبِيِّ ﷺ وَضُوءًا لِلْغُسْلِ مِنَ الْجَنَابَةِ، فَأَكْفَأَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ، ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ بِالْأَرْضِ أَوْ بِالْحَائِطِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ، ثُمَّ صَبَّ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ، ثُمَّ غَسَلَ جَسَدَهُ، ثُمَّ تَنَحَّى فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ

“Maimunah radhiyallahu ‘anha berkata: Aku menyiapkan air wudu untuk Nabi ﷺ untuk mandi janabah. Beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya dua atau tiga kali, kemudian mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah atau dinding dua atau tiga kali. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, lalu mencuci wajah dan kedua lengannya. Kemudian beliau menuangkan air ke kepala, lalu mencuci seluruh tubuhnya. Setelah itu beliau bergeser dari tempatnya lalu mencuci kedua kakinya.” (HR. Bukhari, no. 381, Muslim, no. 317)

2. Tata Cara yang Mencukupi (Mujzi’)

Adapun mandi yang mujzi’, yaitu mandi yang sudah mencukupi untuk menghilangkan janabah, maka yang wajib adalah membasuh seluruh tubuh dengan air, sehingga air benar-benar sampai ke seluruh bagian tubuh, termasuk rambut dan kulit yang berada di bawah rambut, baik rambut tersebut tipis maupun tebal.

Jadi, seseorang yang sedang junub tidak harus melakukan seluruh tahapan mandi yang sempurna di atas agar mandinya sah. Jika ia telah mengguyurkan air ke seluruh tubuh hingga tidak ada bagian tubuh yang wajib terkena air yang terlewat, maka janabahnya telah terangkat, insyaallah.

Adapun wudhu, mencuci kemaluan terlebih dahulu, mendahulukan kepala, serta tata cara lainnya merupakan bagian dari kesempurnaan mandi yang dicontohkan Nabi ﷺ, dan ini yang paling afdhal.

Kesimpulan:
– Mandi sempurna: mengikuti seluruh tata cara mandi Nabi ﷺ.
– Mandi mujzi’: cukup dengan meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk rambut dan kulit di bawahnya.

Wallahu a‘lam.

(Lihat: Manhaj As-Salikin, hlm. 48-49, dengan pengembangan)

Tim Shahihfiqih, 27 Agustus 2026 M / 13 Rabi’ul Awal 1448 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *