Pertanyaan:
Berapa macam tingkatan penghuni surga?
Jawaban:
Jazakumullahu khairan atas pertanyaannDalam al-qur’an dan hadits, para ulama menjelaskan bahwa surga memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda, dan para penghuninya menempati tingkatan sesuai dengan keimanan dan amal mereka. Jadi, tidak semua penghuni surga berada pada derajat yang sama.
Salah satu hadits yang paling jelas dalam masalah ini adalah sabda Nabi ﷺ:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah siapkan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi.” (HR. Bukhari no. 2790).
Hadits ini menunjukkan bahwa surga mempunyai seratus derajat. Namun, para ulama menjelaskan bahwa angka seratus dalam hadits tersebut berkaitan dengan derajat yang Allah siapkan bagi para mujahidin, dan bukan berarti seluruh pembahasan tentang tingkatan surga hanya terbatas pada penyebutan angka tersebut.
Apa tingkatan yang paling tinggi?
Tingkatan surga yang paling tinggi adalah al-Firdaus. Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
“Apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah al-Firdaus. Karena ia adalah bagian tengah dan yang paling tinggi dari surga. Di atasnya adalah ‘Arsy ar-Rahman, dan darinya mengalir sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari no. 2790).
Karena itu, ketika berdoa, kita dianjurkan meminta al-Firdaus al-A’la, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu al-Firdaus yang paling tinggi.”
Apakah penghuni surga memiliki derajat yang berbeda?
Ya. Bahkan Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia memiliki tingkat kedudukan yang berbeda-beda di sisi Allah:
وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا
“Dan masing-masing orang memperoleh derajat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. al-An’am: 132).
Ibnu Katsir رحمه الله ketika menjelaskan ayat ini menerangkan bahwa orang-orang memiliki kedudukan yang berbeda di akhirat berdasarkan amal mereka. Semakin tinggi iman dan semakin baik amal seseorang, maka semakin tinggi pula derajatnya.
Hal ini juga ditegaskan dalam hadits tentang para penghuni surga:
إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ فَوْقَهُمْ كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنَ الْمَشْرِقِ أَوِ الْمَغْرِبِ
“Sesungguhnya para penghuni surga akan melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang yang terang di ufuk, dari arah timur atau barat.”
Para sahabat bertanya apakah kamar-kamar itu merupakan tempat para nabi. Nabi ﷺ menjawab bahwa itu juga dapat dicapai oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul. (lihat: HR. Bukhari no. 3256 dan Muslim no. 2831).
Jadi, tingkatan penghuni surga tidak hanya satu. Ada yang berada pada derajat yang sangat tinggi, ada pula yang derajatnya di bawah mereka, tetapi semuanya tetap mendapatkan kenikmatan yang sempurna tanpa ada rasa iri, sakit hati, atau kekurangan.
Kesimpulan
Yang paling tepat adalah mengatakan bahwa surga memiliki banyak tingkatan atau derajat, dan dalam hadits shahih disebutkan adanya seratus derajat yang Allah siapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya. Adapun al-Firdaus merupakan bagian surga yang paling tinggi.
Perbedaan derajat tersebut menunjukkan bahwa amal dan kualitas iman sangat berpengaruh terhadap kedudukan seseorang di akhirat. Karena itu, seorang muslim jangan hanya bercita-cita masuk surga, tetapi hendaknya memohon kepada Allah agar mendapatkan al-Firdaus al-A’la. Waallahu a’lamu bishshawab.
Tim Shahihfiqih, 14 Rabi’ul Awwal 1448 H/ 27 Agustus 2026 M



