Pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan ungkapan “Islam itu indah”?
Jawaban:
Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, ’amma ba’du.
Jazakumullahu khairan atas pertanyaannya, semoga Allah memberikan taufik dan hidayahnya buat kita semua.
Ungkapan “Islam itu indah” sering kita dengar dalam dakwah maupun percakapan sehari-hari. Namun, kalimat tersebut sebaiknya tidak berhenti sebagai slogan. Islam memang memiliki keindahan, tetapi keindahan itu perlu dipahami dengan benar: bukan sekadar Islam mengajarkan kelembutan, toleransi, atau berbuat baik, melainkan karena seluruh ajaran Islam yang Allah syariatkan mengandung kebaikan, keadilan, hikmah, dan kemaslahatan bagi manusia.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat ihsan, dan memberi kepada kerabat; dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90).
Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga mengatur akhlak, hubungan sosial, keadilan, keluarga, harta, dan berbagai sisi kehidupan manusia.
1. Islam itu indah karena mengajarkan tauhid
Keindahan terbesar dalam Islam adalah bahwa manusia diarahkan untuk menyembah hanya Allah. Manusia tidak diciptakan untuk menjadi hamba manusia, hamba hawa nafsu, hamba jabatan, hamba harta, atau tunduk kepada makhluk dalam perkara yang tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Dengan tauhid, manusia memperoleh tujuan hidup yang benar. Inilah keindahan yang paling mendasar.
2. Islam itu indah karena mengajarkan keadilan
Islam tidak mengajarkan kita untuk membela orang yang kita sukai lalu mendzolimi orang yang kita benci. Allah Ta’ala berfirman:
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ
“Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 8).
Bahkan ketika berhadapan dengan orang yang kita benci, kita tetap diperintahkan untuk berlaku adil, karena keindahan Islam bukan sekadar keramahan. Islam itu indah karena keindahannya dibangun di atas kebenaran dan keadilan.
3. Islam itu indah karena mengajarkan akhlak yang mulia
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang shalih.” (HR. Ahmad no. 8952).
Karenanya, seorang muslim tidak cukup hanya memiliki ibadah yang banyak, tapi juga perlu memperhatikan bagaimana cara berbicara, memperlakukan orang tua, pasangan, tetangga, anak-anak, orang miskin, bahkan orang yang berbeda dengannya.
4. Islam itu indah karena menggabungkan antara hak Allah dan hak manusia
Islam tidak mengajarkan seseorang hanya sibuk dengan ibadah pribadi lalu mengabaikan manusia. Namun Allah juga memerintahkan untuk shalat, menunaikan zakat, berpuasa, juga melarang kedzoliman. Disamping itu Islam mengajarkan untuk berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahim, menunaikan amanah, memenuhi akad, dan menolong orang yang membutuhkan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40).
Artinya, keindahan Islam seharusnya terlihat dalam perilaku seorang muslim.
5. “Islam itu indah” bukan berarti semua yang dilakukan oleh muslim pasti indah
Ini poin penting. Perlu dibedakan antara Islam sebagai syariat dengan umat Islam sebagai manusia. Islam itu sempurna. Adapun kaum muslimin tidak selalu sempurna. Allah berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.” (QS. Al-Ma’idah: 3).
Seorang muslim bisa salah, marah, kasar, tidak amanah, bahkan melakukan dosa. Maka tidak tepat mengatakan, “Karena ada seorang muslim yang buruk, berarti Islam juga buruk”
Sebaliknya, kita juga tidak boleh mengatakan, “Karena Islam itu indah, maka semua tindakan orang yang mengatasnamakan Islam pasti benar.” Ukuran kebenaran bukan perilaku individu, tetapi Al-Qur’an dan sunnah.
6. Keindahan Islam tidak berarti semua ajaran harus terasa sesuai dengan hawa nafsu
Kadang orang memahami “Islam itu indah” dengan pengertian bahwa Islam hanya berisi hal-hal yang menyenangkan. Padahal syariat juga berisi larangan, kewajiban, hukuman, jihad, amar ma’ruf nahi mungkar, dan berbagai aturan yang mungkin terasa berat bagi sebagian manusia.
Namun, sesuatu yang terasa berat belum tentu tidak indah. Seorang pasien mungkin tidak menyukai obat yang pahit, tetapi obat tersebut dapat menjadi sebab kesembuhannya. Demikian pula syariat. Ada perkara yang disukai jiwa dan ada yang tidak disukai jiwa, tetapi semuanya harus dikembalikan kepada hikmah dan ketetapan Allah.
Allah berfirman:
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Karena itu, keindahan Islam bukan berarti mengikuti semua yang kita sukai, tetapi menerima bahwa apa yang Allah syariatkan pasti mengandung hikmah dan kebaikan, meskipun kita belum memahami seluruh hikmahnya.
Jadi, apa sebenarnya maksud “Islam itu indah”?
Kalimat “Islam itu indah” pada dasarnya benar apabila yang dimaksud adalah bahwa ajaran Islam adalah agama yang Allah syariatkan dengan kebenaran, keadilan, rahmat, hikmah, akhlak mulia, dan kemaslahatan bagi manusia.
Namun, kalimat itu akan menjadi lebih bermakna apabila kita tidak hanya mengucapkannya, tetapi menampakkan keindahan Islam melalui tauhid yang benar, ibadah yang benar, akhlak yang baik, keadilan, amanah, kasih sayang, dan ketundukan kepada Al-Qur’an dan sunnah.
Sebab, salah satu cara terbaik menjelaskan bahwa Islam itu indah adalah dengan membuat orang melihat keindahan ajaran Islam melalui ilmu dan akhlak kita. Wallahu a’lamu bishshawab.
Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad, waalihi washahbihi wasallam, walhamdulillahi rabbil’alamin.
Tim Shahihfiqih, 12 Rabi’uts Tsani 1448 H/ 23 September 2026 M



