Menjelang Idul Adha, terkadang muncul pertanyaan: “Lebih baik membeli hewan kurban atau uangnya disedekahkan saja kepada fakir miskin?”
Jawabannya, berkurban pada hari Idul Adha lebih utama daripada bersedekah dengan nominal yang sama. Karena kurban adalah syiar Islam yang agung dan ibadah khusus yang memiliki keutamaan tersendiri, yang tidak bisa digantikan hanya dengan sedekah uang.
Allah Ta’ala berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Berkurban juga merupakan sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan sunnah Nabi Muhammad ﷺ yang beliau lakukan setiap tahun.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
ضَحَّى النَّبِيُّ ﷺ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ
“Nabi ﷺ berkurban dengan dua ekor kambing kibas berwarna putih campur hitam dan bertanduk.” (HR. Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)
Para ulama menjelaskan bahwa ibadah yang memiliki sebab dan waktu khusus lebih utama dikerjakan sesuai bentuk syariatnya, bukan diganti dengan ibadah lain.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
وَالْأُضْحِيَّةُ وَالْعَقِيقَةُ وَالْهَدْيُ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ بِثَمَنِ ذَلِكَ
“Kurban, aqiqah, dan hadyu lebih utama daripada bersedekah dengan nilai harganya.” (Majmu’ Al-Fatawa, 26/304)
Ibnul Qayyim rahimahullah juga berkata:
الذَّبْحُ فِي مَوْضِعِهِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ بِثَمَنِهِ
“Menyembelih kurban pada waktunya lebih utama daripada bersedekah dengan nilainya.” (Tuhfatul Maudud, hlm. 92)
Sebab dalam ibadah kurban terdapat banyak maslahat dan syiar:
• Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad ﷺ.
• Menampakkan syiar Islam.
• Mendekatkan diri kepada Allah dengan sembelihan.
• Membahagiakan keluarga, kerabat, dan kaum fakir.
• Menumbuhkan semangat berbagi di hari raya.
Karena itu, selama seseorang mampu berkurban, maka berkurban lebih utama daripada sekadar menyedekahkan uang senilai hewan kurban.
Wallahu a’lam.



