Lima Kunci Ilmu Gaib yang Hanya Allah Ketahui: Tafsir Surah Luqman Ayat 34

Pertanyaan :

Apa tafsir dari surat luqman 34?

Jawaban :

Allah menyebutkan lima perkara dalam Surah Luqman ayat 34 yang menjadi kunci ilmu gaib. Apa maksudnya? Mari kita telaah lebih dalam.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; Dia yang menurunkan hujan; Dia mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan meninggal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.” (QS. Luqman: 34)

Ayat ini menjelaskan lima perkara yang termasuk kunci ilmu gaib, yang pengetahuan hakikinya menjadi kekhususan Allah Ta’ala. Tidak ada makhluk yang mengetahuinya secara mandiri, kecuali apabila Allah memberitahukan sebagian darinya kepada siapa yang Dia kehendaki.

Pertama, kapan terjadinya hari Kiamat.

Tidak ada nabi yang diutus maupun malaikat yang didekatkan kepada Allah yang mengetahui kapan tepatnya Kiamat terjadi.

Allah berfirman:

لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ

“Tidak ada yang dapat menjelaskan waktu terjadinya (Kiamat) selain Dia.” (QS. Al-A’raf: 187)

Manusia dapat mengetahui tanda-tanda Kiamat melalui wahyu, tetapi tidak mengetahui kapan persisnya Kiamat akan terjadi.

Kedua, turunnya hujan.

Allah-lah yang mengetahui dan menetapkan turunnya hujan. Adapun malaikat yang diberi tugas mengurus hujan dapat mengetahui apa yang Allah perintahkan kepada mereka. Demikian pula, Allah dapat memberitahukan sebagian informasi kepada makhluk yang Dia kehendaki.

Lantas, bagaimana dengan prakiraan cuaca dan prediksi hujan menggunakan teknologi?

Hal tersebut tidak bertentangan dengan ayat ini. Manusia dapat memperkirakan kemungkinan turunnya hujan melalui tanda-tanda alam, pengamatan, dan perhitungan ilmiah. Namun, pengetahuan tersebut terbatas dan tidak sama dengan ilmu Allah yang sempurna.

Ketiga, apa yang ada di dalam rahim.

Allah mengetahui apa yang akan Dia ciptakan di dalam rahim, termasuk apakah janin itu laki-laki atau perempuan, serta perkara-perkara yang berkaitan dengan nasibnya, seperti apakah ia kelak bahagia atau sengsara.

Ketika Allah memerintahkan malaikat untuk mencatat ketetapan mengenai janin tersebut, malaikat yang ditugaskan dan makhluk yang Allah kehendaki dapat mengetahuinya.

Lalu, apakah pemeriksaan medis yang dapat mengetahui jenis kelamin janin bertentangan dengan ayat ini?

Tidak. Ayat ini tidak berarti bahwa jenis kelamin janin sama sekali tidak mungkin diketahui manusia. Pemeriksaan medis dapat mengungkap sebagian keadaan janin. Akan tetapi, pengetahuan manusia tetap terbatas, sedangkan ilmu Allah meliputi seluruh keadaan janin, masa depannya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.

Keempat, apa yang akan diperoleh dan dikerjakan seseorang esok hari.

Allah berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا

“Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok.”

Manusia dapat merencanakan kegiatan, memperkirakan hasil usaha, dan menyusun berbagai target. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi pada dirinya esok hari, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Bisa jadi seseorang merencanakan keuntungan, tetapi justru mengalami kerugian. Bisa jadi ia merencanakan perjalanan, tetapi terhalang oleh sesuatu yang tidak pernah diperkirakan.

Karena itu, seorang mukmin hendaknya berusaha dan merencanakan masa depan, tetapi tetap menyandarkan hatinya kepada Allah.

Kelima, di bumi mana seseorang akan meninggal dunia.

Allah berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

“Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan meninggal.”

Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti tempat kematiannya. Bahkan, seseorang bisa saja melakukan perjalanan menuju suatu tempat karena Allah telah menetapkan bahwa ajalnya akan tiba di sana.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Nabi ﷺ:

إِذَا كَانَ أَجَلُ أَحَدِكُمْ بِأَرْضٍ، أَوْثَبَتْهُ إِلَيْهَا حَاجَةٌ، فَإِذَا بَلَغَ أَقْصَى أَثَرِهِ قَبَضَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَتَقُولُ الْأَرْضُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: رَبِّ، هَذَا مَا أَوْدَعْتَنِي.

“Apabila ajal seseorang di suatu negeri, Allah akan membuatnya memiliki keperluan yang membawanya ke negeri tersebut. Ketika ia telah sampai pada tujuan akhirnya, Allah ‘Azza wa Jalla mencabut nyawanya. Lalu, bumi itu berkata pada hari Kiamat, ‘Wahai Rabbku, inilah yang Engkau titipkan kepadaku.’” (HR. Ibnu Majah, no. 4263; dengan sanad yang shahih)

Penjelasan tentang lima perkara tersebut juga ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

مَفَاتِيحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ: إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ، وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ، وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ، وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ.

“Kunci-kunci ilmu gaib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah: sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; Dia yang menurunkan hujan; Dia mengetahui apa yang ada dalam rahim; tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok; dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan meninggal.” (HR. Bukhari no. 7379)

Referensi Utama: Tafsir al-Quran al’Azhim, karya Al-Hafizh Ibnu Katsir 6/132-137, dengan penyesuaian. 

Wallahu a’lam.

Tim Shahihfiqih, 5 Oktober 2026 M / 22 Rabi’ul Akhir 1448 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *