Orang Yang Adil

Seorang mukmin yang terbiasa mengendalikan hawa nafsunya, maka dalam semua keadaan dia selalu dapat berkata dan bertindak dengan benar, karena ucapan dan perbuatannya tidak dipengaruhi oleh hawa nafsunya.
Inilah arti sikap adil yang dipuji oleh Allah Taโ€™ala sebagai sikap yang lebih dekat dengan ketakwaan. Allah Taโ€™ala berfirman :

ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุฌู’ุฑูู…ูŽู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุดูŽู†ูŽุขู†ู ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนู„ู‰ ุฃูŽู„ุงูŽู‘ ุชูŽุนู’ุฏูู„ููˆู’ุง ุงูุนู’ุฏูู„ููˆู’ุง ู‡ููˆูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ู„ูู„ุชูŽู‘ู‚ู’ูˆูŽู‰

โ€œDan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwaโ€ (Qs. Al-Maaidah 8).

? Ibnul Qayyim rahimahullah menukil ucapan seorang ulama salaf yang menafsirkan sikap adil dalam ayat ini, beliau berkata, โ€œOrang yang adil adalah orang yang ketika dia marah maka kemarahannya tidak menjerumuskannya ke dalam kesalahan, dan ketika dia senang maka kesenangannya tidak membuat dia menyimpang dari kebenaran.” (Ar-Risalatut tabuukiyyah, halaman 33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *