Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
ูุง ุชุฌุนู ููุจูู ููุฅูุฑุงุฏุงุช ูุงูุดุจูุงุช ู ุซู ุงูุณููููููุฌูุฉุ ููุชุดุฑููุจูุงุ ููุง ููุถุญ ุฅูุง ุจูุงุ ูููู ุงุฌุนูู ูุงูุฒุฌุงุฌุฉ ุงูู ูุตูู ูุชุฉุ ุชู ุฑูู ุงูุดุจูุงุชู ุจุธุงูุฑูุง ููุง ุชุณุชูุฑูู ูููุงุ ููุฑุงูุง ุจุตูุงุฆูุ ููุฏูุนููุง ุจุตูุงุจุชูุ ูุฅูุง ูุฅุฐุง ุฃูุดูุฑูุจุชู ููุจูู ูููู ุดุจูุฉู ุชู ุฑูู ุนููู ุตุงุฑ ู ูุฑููุง ููุดุจูุงุช
โJangan jadikan hatimu seperti spons yang menyerap segala syubhat (kerancuan) dan keraguan, hingga ia penuh dengannya dan hanya memuntahkan keburukan.
Namun jadikanlah hatimu seperti kaca yang kokoh: syubhat-syubhat itu hanya melewati permukaannya tanpa menetap di dalamnya. Dengan kejernihannya, ia dapat melihat syubhat itu dengan jelas, dan dengan kekokohannya, ia mampu menolaknya.
Sebab jika engkau membiarkan hatimu menyerap setiap syubhat yang melintas, niscaya hatimu akan menjadi tempat bersemayamnya keraguan dan kesesatan.โ
___________
๐ Miftah Dar As-Saโadah 1/438


