Imam asy-Syafi’iy rahimahullah berkata :
๏บ๏ปฎ๏ปซ๏บฎ ๏บ๏ป๏ปคููููููู๏บฎ๏บ ๏ป๏ปฒ ๏บ๏ปผ๏บ:
๏ป๏บ๏ปค๏บ๏ปฅ ๏บ๏ป๏ปููููู๏ปู๏บฎ ๏บฃ๏บ๏ปฐ ๏ปณ๏ป๏ปฆ ๏บ๏ป๏ปจ๏บ๏บฑ ๏ปฃ๏ปฆ ๏ป๏ป๏บ๏ป ๏บ๏ปง๏ป ๏ป๏ปจ๏ปฒุ
๏ปญ๏ป๏บ๏ปค๏บ๏ปฅ ๏บ๏ป๏ป๏ปู๏บ ๏บฃ๏บ๏ปฐ ๏ปณ๏ป๏ปฆ ๏บ๏ป๏ปจ๏บ๏บฑ ๏บ๏ปง๏ป ๏บญ๏บ๏บฝุ
๏ปญ๏ป๏บ๏ปค๏บ๏ปฅ ๏บ๏ป๏บธ๏บช๏บ ๏บฃ๏บ๏ปฐ ๏ปณ๏ป๏ปฆ ๏บ๏ป๏ปจ๏บ๏บฑ ๏บ๏ปง๏ป ๏ปฃ๏บ๏ปจ๏ป๏ปข.
“Kemuliaan jiwa seseorang ada pada tiga perkara:
โข Menyembunyikan kefakiran hingga orang lain menyangka bahwa engkau berkecukupan.
โข Menyembunyikan kemarahan hingga orang lain menyangka bahwa engkau ridha.
โข Menyembunyikan penderitaan hingga orang lain menyangka bahwa engkau hidup enak.”
_________________
Manaqib asy-Syafi’iy, jilid 2, halaman 188


