Khutbah Pertama
ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِي فَضَّلَ بَعْضَ ٱلْأَيَّامِ وَٱللَّيَالِي عَلَىٰ بَعْضٍ، وَجَعَلَ فِيهَا مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ وَمَيَادِينَ لِلْمُسَابَقَاتِ، وَفَتَحَ فِيهَا أَبْوَابَ رَحْمَتِهِ لِلتَّائِبِينَ، وَضَاعَفَ فِيهَا أُجُورَ ٱلْعَامِلِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، جَعَلَ فِي تَعَاقُبِ ٱلْأَزْمِنَةِ عِبَرًا لِأُولِي ٱلْأَلْبَابِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ مَنْ عَبَدَ ٱللَّهَ وَتَقَرَّبَ إِلَيْهِ بِصَالِحِ ٱلْأَعْمَالِ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ،
Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah…
Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jama’ah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Karena takwa adalah bekal terbaik menuju akhirat, sebab keselamatan di dunia dan akhirat, serta kunci segala keberkahan.
Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah…
Kita sedang menyambut hari-hari yang agung di sisi Allah. Hari-hari yang dipenuhi keberkahan, dilipatgandakannya pahala, dan dibukanya pintu-pintu kebaikan. Hari-hari yang disebut oleh para ulama sebagai musim besar bagi orang-orang shalih untuk berlomba mendekat kepada Allah. Hari-hari tersebut adalah 10 hari awal Dzulhijjah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَٱلْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2)
Mayoritas ahli tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” dalam ayat ini adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. (Lihat: Tafsir Ibni Katsir 7/554)
Terkait keutamaan hari-hari ini, Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
Para sahabat bertanya:
وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟
“Tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab:
وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذٰلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun dari keduanya.” (HR. Bukhari no. 969)
Allahu Akbar…
Betapa agung hari-hari ini. Amal shalih pada hari-hari tersebut lebih dicintai Allah daripada amal pada hari-hari lain sepanjang tahun.
Mungkin sebagian bertanya: “Apakah sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada sepuluh hari terakhir Ramadhan, padahal di dalamnya ada Lailatul Qadr?”
Jawabannya: secara umum, amal shalih pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama. Karena Nabi ﷺ bersabda bahwa tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari tersebut.
Adapun Lailatul Qadr, maka ia tetap malam paling mulia sepanjang tahun. Karena itu para ulama mengatakan:
“Siang sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah siang terbaik, sedangkan malam sepuluh terakhir Ramadhan adalah malam terbaik.”
Ikhwatal Iman…
Renungkanlah…
Jika seorang pedagang dunia mengetahui adanya musim besar keuntungan, tentu ia akan mempersiapkan modal terbaiknya, mengerahkan seluruh tenaga, dan tidak ingin kehilangan kesempatan sedikit pun.
Lalu bagaimana dengan musim keuntungan akhirat?
Bagaimana mungkin seorang mukmin menyia-nyiakan hari-hari yang dicintai Allah, sementara umur semakin pendek, dosa semakin banyak, dan kematian semakin dekat?
Ma’asyiral Muslimin…
Orang-orang shalih dahulu sangat memahami nilai waktu dan keutamaan musim-musim ketaatan. Mereka menyambut hari-hari utama bukan dengan pesta dunia, tetapi dengan taubat, istighfar, dzikir, tilawah Al-Qur’an, sedekah, qiyamul lail, dan memperbanyak amal shalih.
Karena mereka sadar…
Hari-hari mulia adalah kesempatan yang mungkin tidak akan pernah kembali.
Betapa banyak orang yang tahun lalu masih bersama kita, namun kini telah berada di alam kubur. Betapa banyak yang dahulu berpuasa, bertakbir, dan bersujud bersama kita, namun sekarang amal mereka telah terputus.
Maka sungguh merugi orang yang masih diberi umur, kesehatan, dan kesempatan, namun tetap lalai dari mengingat Allah.
Ummatal Islam…
Di antara amalan terbesar pada hari-hari ini adalah memperbanyak dzikir kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:
وَيَذْكُرُوا ٱسْمَ ٱللَّهِ فِيٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ
“Agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28)
Yaitu 10 awal Dzulhijjah.
Karena itu para salaf memperbanyak takbir pada hari-hari tersebut.
Mereka menghidupkan rumah-rumah, masjid-masjid, jalan-jalan, dan pasar-pasar dengan kalimat takbir:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
Namun sangat disayangkan…
Sebagian kaum muslimin justru menghidupkan hari-hari mulia ini dengan kelalaian, musik, hiburan yang melalaikan, bahkan kemaksiatan.
Padahal hari-hari yang agung semestinya diisi dengan amal yang agung.
Sidang Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah…
Di antara amalan besar lainnya adalah taubat yang tulus kepada Allah.
Karena hakikat menyambut hari-hari terbaik bukan sekadar mengganti kalender, bukan pula sekadar mengetahui keutamaannya. Akan tetapi mempersiapkan hati untuk lebih dekat kepada Allah.
Berapa banyak orang yang memasuki musim ketaatan namun tidak berubah?
Berapa banyak yang mengetahui keutamaannya namun tetap tenggelam dalam dosa?
Ketahuilah…
Dosa adalah penghalang terbesar seorang hamba dari keberkahan ibadah.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata bahwa di antara hukuman maksiat adalah terhalangnya hati dari nikmatnya ketaatan dan terputusnya seorang hamba dari nikmat dekat dengan Rabbnya.
Maka jangan memasuki hari-hari mulia ini dengan hati yang kotor oleh dendam, pandangan haram, harta haram, dan kelalaian yang terus dipelihara.
Sucikanlah hati sebelum datangnya hari-hari agung itu.
Ikhwatii fiddiin…
Di antara amalan paling utama pada hari-hari ini adalah puasa, terutama puasa Arafah bagi yang tidak berhaji.
Nabi ﷺ bersabda tentang puasa Arafah:
أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Aku berharap kepada Allah agar puasa Arafah menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.” (HR. Muslim no. 1162)
Lihatlah betapa luas rahmat Allah…
Satu hari puasa menjadi sebab dihapuskannya dosa dua tahun.
Maka apakah setelah semua keutamaan ini kita masih akan menyia-nyiakannya?
Ma’asyiral Muslimin…
Hari-hari terbaik ini juga mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan hidup bukan diukur dari banyaknya dunia yang dimiliki, tetapi dari banyaknya amal shalih yang dipersembahkan kepada Allah.
Karena kelak di alam kubur tidak ada yang menemani kecuali amal.
Tidak ada yang menerangi kubur kecuali iman dan ketaatan.
Dan tidak ada yang menyelamatkan seorang hamba pada hari kiamat selain rahmat Allah dan amal shalihnya.
Maka bersegeralah menuju ampunan Allah…
Perbanyak dzikir, tilawah, sedekah, birrul walidain, silaturahmi, membantu sesama, dan segala amal yang mendekatkan diri kepada-Nya.
Jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu seperti hari-hari biasa.
Karena bisa jadi inilah Dzulhijjah terakhir dalam hidup kita.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ،
Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah…
Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan ketahuilah bahwa di antara tanda kebahagiaan seorang hamba adalah ketika Allah membukakan baginya pintu-pintu ketaatan pada musim-musim kebaikan.
Sebagian salaf berkata:
إِنَّ مِنْ ثَوَابِ الْحَسَنَةِ الْحَسَنَةَ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya.“ (Lihat: Jami’ul ‘Ulum wal-Hikam 2/297)
Atsar ini juga sejalan dengan firman Allah:
وَٱلَّذِينَ ٱهۡتَدَوۡاْ زَادَهُمۡ هُدٗى وَءَاتَىٰهُمۡ تَقۡوَىٰهُمۡ
“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan pada mereka.” (QS. Muhammad: 17)
Maka siapa yang memulai hari-hari mulia ini dengan taubat dan amal shalih, Allah akan mudahkan baginya kebaikan berikutnya.
Sebaliknya, siapa yang membiarkan dirinya tenggelam dalam kelalaian, maka hatinya akan semakin keras dan jauh dari Allah.
Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah…
Perbanyaklah doa pada hari-hari ini.
Mintalah kepada Allah hati yang istiqamah, taubat yang tulus, ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan husnul khatimah.
Karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
أَلَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَىٰ مَنْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، فَقَالَ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَىٰ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ، وَوَفِّقْنَا فِيهَا لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ، وَاجْعَلْنَا فِيهَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَطَهِّرْ نُفُوسَنَا، وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا وَذَهَابَ هُمُومِنَا.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَاحْفَظْ بِلَادَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. أَقِمِ الصَّلَاةَ



