Pendukung Kemungkaran Juga Terkena Akibatnya

Syaikh Sa’ad Al-Khotslan hafizhahullah

Kerusakan sebuah masyarakat sering kali tidak dimulai dari banyaknya pelaku dosa, tetapi dari banyaknya orang yang membela dan menormalisasikannya. Inilah pelajaran besar dari kisah Nabi Luth ‘alaihissalam. Allah mengutus Nabi Luth kepada kaum yang rusak fitrahnya. Mereka meninggalkan wanita dan melampiaskan syahwat kepada sesama lelaki. Nabi Luth memperingatkan dan mengajak mereka kembali kepada fitrah, tetapi mereka tetap tenggelam dalam penyimpangan.

Ketika Allah hendak menurunkan azab, para malaikat datang dalam rupa manusia. Kaum Luth justru mendatangi rumah Nabi Luth untuk melakukan perbuatan keji kepada tamu-tamunya. Allah mengabadikan ucapan Nabi Luth:

﴿ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ ﴾

“Mereka itu putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian. Maka bertakwalah kepada Allah dan jangan mempermalukanku terhadap tamuku.” (QS. Hud: 78)

Namun mereka menjawab:

﴿ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ ﴾

“Engkau tahu apa yang kami inginkan.” (QS. Hud: 79)

Ini menunjukkan bagaimana dosa yang terus dinormalisasi akhirnya dilakukan tanpa rasa malu.

Istri Nabi Luth Tidak Melakukan, Tapi Mendukung
Yang menarik, istri Nabi Luth bukan pelaku homoseksual tersebut. Namun ia mendukung dan membela kaumnya. Disebutkan bahwa ia memberitahu kaumnya tentang kedatangan tamu-tamu Nabi Luth. Karena dukungannya terhadap kemungkaran itu, ia ikut dibinasakan bersama mereka.

Allah berfirman:

﴿ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ ﴾

“Pergilah bersama keluargamu di akhir malam, dan jangan ada yang menoleh ke belakang kecuali istrimu.” (QS. Hud: 81)

Di sinilah pelajaran besarnya, pendukung kemungkaran bisa mendapat bagian dosa seperti pelakunya. Karena itu Islam tidak hanya melarang dosa, tetapi juga melarang untuk membela dosa, menyebarkannya, mempromosikannya, dan menormalisasikannya. Bersambung…

Sumber: Qishshatu Ityanil Mala’ikah Li Ihlaki Qoumi Luth ‘Alaihissalam via channel YouTube Syaikh Sa’ad Al-Khotslan hafizhahullah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button