Keutamaan Tidak Meminta-minta, Bersabar Dan Qonaah

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda :

ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุนูู†ู’ุฏููŠ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ู„ุงูŽ ุฃูŽุฏู‘ูŽุฎูุฑูู‡ู ุนูŽู†ู’ูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุนููู‘ูŽ ูŠูุนููู‘ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุตูŽุจู‘ูŽุฑู’ ูŠูุตูŽุจู‘ุฑูู’ู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ู†ู ูŠูุบู’ู†ูู‡ู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽู†ู’ ุชูุนู’ุทูŽูˆู’ุง ุนูŽุทูŽุงุกู‹ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุฃูŽูˆู’ุณูŽุนูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑู

โ€œKebaikan (harta) yang ada padaku tidak ada yang aku simpan dari kalian. Sesungguhnya siapa yang menahan diri dari meminta-minta, Allah subhanahu wa taโ€™ala akan memelihara dan menjaganya. Siapa yang menyabarkan dirinya dari meminta-minta, Allah subhanahu wa taโ€™ala akan menjadikannya sabar. Siapa yang merasa cukup dengan Allah subhanahu wa taโ€™ala dari meminta kepada selain-Nya, Allah subhanahu wa taโ€™ala akan memberikan kecukupan kepadanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.โ€ (HR. al-Bukhari no. 6470 & Muslim no. 1053)

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata :
โ€œDalam hadits ini ada anjuran untuk taโ€™affuf (menahan diri dari meminta-minta), qanaโ€™ah (merasa cukup) dan bersabar atas kesempitan hidup dan kesulitan (hal yang tidak disukai) lainnya di dunia.โ€ (Syarah Shahih Muslim, 7/145)