Jangan Meyakini Sesuatu Kecuali Ada Dalilnya !

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

โ€ุณุจุจ ุงู„ุชุฃูˆูŠู„ุงุช ุงู„ุฎุงุทุฆุฉ ู…ุง ูŠุชุตู ุจู‡ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุฃู†ู‡ ูŠุนุชู‚ุฏ ุซู… ูŠุณุชุฏู„ุŒ ูˆุฅุฐุง ุงุนุชู‚ุฏ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุซู… ุงุณุชุฏู„ ุญู…ู„ู‡ ุงุนุชู‚ุงุฏู‡ ุนู„ู‰ ุชุญุฑูŠู ุงู„ูƒู„ู….

“Sebab berbagai penafsiran yang keliru adalah apa yang biasa dilakukan oleh banyak orang berupa meyakini sesuatu baru kemudian mencari dalil, dan jika seseorang meyakini sesuatu baru kemudian mencari dalil, maka keyakinannya tersebut akan mendorongnya untuk mengubah-ubah redaksi sebuah perkataan.”

? At Ta’liq ‘Ala As-Siyasah asy-Syarโ€™iyyah, hlm. 223