Ketika melihat gunung, sebagian orang mungkin hanya memandangnya sebagai tumpukan batu raksasa yang berdiri kokoh di permukaan bumi. Padahal, di balik keberadaannya tersimpan hikmah dan manfaat yang sangat besar. Semakin seseorang merenungkannya, semakin tampak kesempurnaan ciptaan Allah dan keluasan rahmat-Nya bagi makhluk.
Dalam kisah masuk Islamnya Dhimam bin Tsa’labah, beliau pernah bertanya kepada Nabi ﷺ:
بِالَّذِي نَصَبَ الْجِبَالَ وَأَوْدَعَ فِيهَا الْمَنَافِعَ، آللَّهُ أَمَرَكَ بِكَذَا وَكَذَا؟
“Demi Dzat yang menegakkan gunung-gunung dan menyimpan berbagai manfaat di dalamnya, apakah Allah yang memerintahkan ini semua?” (HR. Muslim, no. 12)
Pertanyaan itu menunjukkan bahwa bahkan orang Arab dahulu pun memahami bahwa gunung bukanlah ciptaan tanpa tujuan. Allah menaruh di dalamnya berbagai manfaat yang sangat dibutuhkan manusia sepanjang hidup mereka.
1. Tempat Penyimpanan Air bagi Kehidupan
Salah satu manfaat terbesar gunung adalah menjadi tempat tersimpannya cadangan air. Salju turun di puncak-puncaknya, lalu Allah menjadikannya mencair sedikit demi sedikit. Dari sanalah muncul mata air, sungai, dan aliran-aliran yang menghidupkan bumi.
Air tersebut mengaliri lembah dan padang-padang subur sehingga tumbuh berbagai tanaman, buah-buahan, dan tumbuhan obat yang tidak ditemukan di daerah tandus.
Bayangkan jika gunung tidak ada. Salju akan langsung mencair sekaligus di permukaan bumi. Air akan mengalir deras dalam waktu singkat, memicu banjir besar, lalu habis sebelum manusia membutuhkannya. Dengan rahmat-Nya, Allah menjadikan gunung sebagai tempat penyimpanan air alami yang menjaga keseimbangan kehidupan.
2. Benteng dan Tempat Perlindungan
Gunung juga menjadi tempat perlindungan bagi manusia dan hewan. Di dalamnya terdapat gua-gua, celah-celah, dan tempat persembunyian yang sejak dahulu digunakan sebagai benteng pertahanan.
Bahkan dalam banyak keadaan, gunung lebih kuat daripada benteng buatan manusia. Tidak sedikit manusia yang selamat dari gangguan musuh atau bencana dengan berlindung di pegunungan.
3. Sumber Berbagai Kekayaan Bumi
Allah juga menyimpan berbagai kekayaan di dalam gunung. Dari sanalah manusia mendapatkan batu untuk bangunan, alat-alat, dan berbagai kebutuhan hidup.
Di dalam perut gunung tersimpan aneka barang tambang: emas, perak, besi, tembaga, dan mineral-mineral lainnya yang menjadi penopang kehidupan manusia. Bahkan masih banyak kandungan bumi yang belum sepenuhnya diketahui manusia hingga hari ini.
Semua itu menunjukkan bahwa gunung bukan sekadar hiasan bumi, tetapi bagian penting dari keberlangsungan hidup manusia.
4. Penahan Angin dan Banjir
Gunung memiliki peran besar dalam menjaga kestabilan alam. Ia menghalangi terpaan angin yang terlalu kencang dan mengurangi dampak kerusakannya bagi daerah di sekitarnya.
Selain itu, gunung juga membantu mengarahkan aliran air dan banjir. Dengan adanya pegunungan, air tidak langsung menerjang seluruh wilayah secara liar. Karena itu, gunung menjadi semacam pelindung alami yang Allah ciptakan untuk menjaga kehidupan manusia.
5. Penunjuk Jalan bagi Musafir
Sejak zaman dahulu, gunung menjadi penunjuk arah bagi para musafir. Bentuknya yang tinggi dan mudah terlihat menjadikannya sebagai tanda alami untuk mengenali jalan.
Karena itu Allah menyebut gunung sebagai a’lam (tanda-tanda yang jelas terlihat). Allah berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah kapal-kapal yang berlayar di lautan seperti gunung-gunung.” (QS. Asy-Syura: 32)
6. Kesempurnaan Bentuk Gunung
Jika diperhatikan, bentuk gunung yang Allah ciptakan benar-benar menunjukkan kesempurnaan hikmah-Nya.
Seandainya gunung menjulang lurus seperti dinding raksasa, manusia akan kesulitan mendakinya dan memanfaatkan apa yang ada di dalamnya. Bahkan ia bisa menghalangi cahaya matahari dan aliran udara.
Seandainya gunung dibentangkan rata di atas bumi, manusia akan kehilangan banyak lahan untuk tempat tinggal dan pertanian. Manfaat berupa perlindungan, gua, penahan angin, dan penghalang banjir pun tidak akan ada.
Karena itu, bentuk gunung yang sekarang merupakan bentuk yang paling sesuai dengan maslahat kehidupan manusia.
7. Tanda Kebesaran Allah
Allah mengajak manusia untuk merenungkan penciptaan gunung sebagai bukti kebesaran-Nya:
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
“Maka tidakkah mereka memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan, langit bagaimana ditinggikan, gunung-gunung bagaimana ditegakkan, dan bumi bagaimana dihamparkan?” (QS. Al-Ghasyiyah: 17–20)
Gunung-gunung adalah bukti nyata kekuasaan, ilmu, dan hikmah Allah. Ia bukan hanya berdiri kokoh di bumi, tetapi juga tunduk kepada Rabb-nya. Gunung bertasbih memuji Allah, takut kepada-Nya, dan tunduk kepada keagungan-Nya.
Maka semakin seseorang merenungkan penciptaan gunung, semakin ia menyadari bahwa seluruh alam semesta ini tidak mungkin tercipta tanpa hikmah, tanpa aturan, dan tanpa kekuasaan Allah Yang Mahasempurna.
(Disadur dan diringkas dari: Miftah Daar As-Sa’adah 2/622-688, karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah)




