Kunci Shalat Diterima

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin mengatakan:
.
ู…ู† ุตู„ุงุญ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฃู† ุชุทู…ุฆู† ููŠ ุงู„ู‚ูŠุงู… ูˆุงู„ู‚ุนูˆุฏ ูˆุงู„ุฑูƒูˆุน ูˆุงู„ุณุฌูˆุฏ ูู…ู† ู†ู‚ุฑ ุตู„ุงุชู‡ ูˆู„ู… ูŠุทู…ุฆู† ููŠู‡ุง ูู„ุง ุตู„ุงุฉ ู„ู‡ ูˆู„ูˆ ุตู„ู‰ ู…ุฆุฉ ู…ุฑุฉ ุญุชู‰ ูŠุทู…ุฆู† ููŠู‡ุง.

Di antara keabsahan shalat ialah tumakninah (tenang) dalam posisi berdiri, duduk, ruku’, maupun sujud. Dengan demikian, barangsiapa terburu-buru dalam shalatnya dan tidak tumakninah, maka shalatnya tidak sah, meskipun ia shalat seratus kali, hingga ia shalat dengan tumakninah.

Adh-Dhiya’ Al-Lami’ jilid 2 hal 152

__________