👤 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
ุงุจุชููุงุก ุงูู ุคู ูู ูุงูุฏูุงุก ููุ ููุณุชุฎุฑุฌู ู ูู ุงูุฃุฏูุงุก ุงูุชู ูู ุจูููุช ููู ุฃูููุชูุ ุฃู ููุตุช ุซูุงุจููุ ูุฃูุฒูุช ุฏุฑุฌุชูู . ููุณุชุฎุฑุฌ ุงูุงุจุชูุงุก ูุงูุงู ุชุญุงู ู ููู ุชูู ุงูุฃุฏูุงุกุ ูููุณุชุนุฏูู ุจู ูุชู ุงู ุงูุฃุฌุฑุ ูุนููููู ุงูู ููุฒูุฉุ ูู ุนููู ู ุฃูู ูุฌูุฏ ูุฐุง ุฎููุฑู ููู ูุคู ู ู ู ุนุฏู ูู
“Cobaan bagi seorang mukmin bagaikan obat baginya. Obat tersebut akan mengeluarkan darinya berbagai penyakit yang apabila dibiarkan akan membinasakannya atau mengurangi pahalanya atau menurunkan derajatnya. Maka cobaan dan ujian tadi akan mengeluarkan darinya penyakit-penyakit tersebut dan membantunya untuk mendapat pahala Yang sempurna dan derajat Yang tinggi. Maka bisa diketahui bahwa keberadaan ujian itu lebih baik baginya daripada tidak ada ujian yang menimpanya.”
____________________________
- Ighotsatul Lahfan 2/188


