Artikel

Tundukkan Dan Jagalah Pandanganmu.. 

• Inilah awal mula kemaksiatan..
• Inilah awal mula problematika..
• Inilah awal mula ketidak qona’ah dari pasangan..
• Inilah awal dari ketidaksetiaan dan perselingkuhan..
• Inilah awal dari banyak permasalahan..

Oleh karenanya “saat mata dibuka”, akan tampak semua hal baginya, dan mata ini akan letih untuk menyelesaikan apa yang dia nampakkan (yang dilihatnya) kelak..

اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Qs. Al-Isra’ 36)

Subhanallah, sangat sepele. Tapi jauh dan sangat berat beban yang dipikul dari apa yang sudah ditampakkan oleh mata tersebut..

Allah subhanahu wa ta’ala pun sudah peringatkan kita semua untuk berlindung dari apa yang dinampakkan mata.. Allah Ta’ala berfirman kepada kaum laki-laki : 

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (Qs. An-Nur 30).

Begitu pula kaum wanita : 

وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ

“Dan Katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya.” (Qs. An-Nur 31)

? Ibnu Katsir rahimahullah berkata : 

هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم

“Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan dan menundukkan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)

Saudaraku.., Jika seseorang sering mengumbar pandangan matanya, baik saat bersama pasangannya ataupun saat dia bersendirian, maka sesungguhnya dia telah mengumbar syahwat hatinya. Dia membuka hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka (selingkuh) karena memandang, dan itulah zina mata yang disebutkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, Beliau bersabda : 

فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ

”Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan).” (HR. Bukhori 6243 dan Muslim 2657)

Saudaraku ingatlah..
Bahwasanya bisa jadi tidak ada orang yang mengetahui pandanganmu, bahkan saat ada pasanganmu ataupun keluargamu di sisimu, tapi ingatlah wahai saudaraku, bahwasanya “sedetikpun perngkhianatan matamu” Dia tahu, dan Dia sangat mengetahui..

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang berkhianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Qs. Ghafir 19)

Saudaraku..
Jagalah pandangan mu..
Dan tundukkanlah pandanganmu karenaNya..

___________________________

  • Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
  • Disusun 21 Syawwal 1437 H / 26 Juli 2016
Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com - Bertanya ke ulama - Kirim pertanyaan ke Ulama

Follow Akun Kami

Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dengan pemahaman generasi terbaik para Shahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an, Ijma.

Shahihfiqih.com © Copyright 2024 | All Rights Reserved
Powered by Fahd Network