Fatwa Tanya Jawab

Hukum Ucapan “semoga Engkau Panjang Umur”

PERTANYAAN

ما حكم قول: “أطال الله بقاءك”، “طال عمرك”؟

Apa hukum ucapan, “Semoga Allah memanjangkan hidupmu (di dunia),” atau, “Semoga Allah memanjangkan umurmu”?

JAWABAN :

لا ينبغي أن يطلق القول بطول البقاء، لأن طول البقاء قد يكون خيرا، وقد يكون شرا، فإن شر الناس من طال عمره وساء عمله

Tidak sepantasnya seseorang mengatakan (mendoakan) panjangnya hidup secara mutlak. Sebab, panjang umur bisa jadi baik, bisa jadi pula jelek. Manusia yang terjelek ialah yang usianya panjang, tetapi amalannya jelek.

وعلى هذا فلو قال: أطال الله بقاءك على طاعته ونحوه، فلا بأس بذلك

Berdasarkan hal tersebut, jika seseorang menyatakan, “Semoga Allah memanjangkan hidupmu di atas ketaatan kepada-Nya,” atau yang semisal itu, ini tidak mengapa. (Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, Majmu’ Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 3/71)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah ditanya tentang siapakah orang terbaik dan terburuk:

 يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ  مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ  قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ  مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ  

“Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hakim. Dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib, 3/313, no. 3363, Maktabul Ma’arif, cet. 1, th 1421 H / 2000 M)

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com - Bertanya ke ulama - Kirim pertanyaan ke Ulama

Follow Akun Kami

Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dengan pemahaman generasi terbaik para Shahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an, Ijma.

Shahihfiqih.com © Copyright 2024 | All Rights Reserved
Powered by Fahd Network