Home / Tazkiyatun Nafs / HUKUM MEMBUNUH SEMUT YANG MENGGANGGU
To reach this spot, I had to scramble for about 30 feet on rocks. What made it worse was that these rocks were filled with moss and very slippery. At one point I stopped and stood staring at the ocean, contemplating whether to give up. But the photographer inside me egged me on and I managed to plonk my tripod where I wanted. The wind was strong and there was wave after wave crashing on rocks around me. There were some close calls and I narrowly avoided getting drenched. Captured a beautiful sunset, watched some sea gulls and sea lions and drove back home with good music and the quiet satisfaction of a job well done :)

HUKUM MEMBUNUH SEMUT YANG MENGGANGGU

PERTANYAAN :

Apa hukum membunuh semut yang suka menggigit meski ketika itu sedang tidak menggigit? Demikian pula, apa hukum membunuh binatang-binatang kecil lain yang biasa ada di rumah atau pun tempat yang lain meski tidak mengganggu?”


JAWABAN :



ينتبه أن لا يقتل إلا ما كان مؤذيا ، أما الذي لا يؤذي فلا يقتل ، والأذى أنواع ، ومن الأذى بأن يكون وجودها في البيت ، وفي أماكن الجلوس ، هذا يعتبر نوعا من الأذى ، لا أحد يقبل الحشرات في بيته ، فيجوز إبعادها أو قتلها ، لا حرج إن شاء الله تعالى . والله أعلم .

“Perhatikan, tidak boleh membunuh hewan kecuali yang mengganggu. Sedangkan hewan yang tidak mengganggu itu tidak boleh dibunuh. Bentuk gangguan hewan kepada manusia itu beragam bentuknya. Diantara bentuk gangguan hewan adalah keberadaannya di dalam rumah, atau di tempat-tempat yang biasa diduduki oleh orang. Kondisi ini terhitung gangguan. Tidak ada seorang pun yang ingin rumahnya dipenuhi oleh berbagai macam hewan kecil-kecil. Sehingga hewan-hewan yang ada di rumah itu boleh diusir atau pun dibunuhi. Sekali lagi, hukumnya adalah tidak mengapa, insya Allah”.

_______________________________

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Diantara Tanda Orang Yang Bertaubat

Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata, الَّذِيْ حَجَبَ النَّاسَ عَنِ التَّوْبَةِ طُوْلُ الْأَمَلِ، وَعَلَامَةُ التَّائِبِ إِسْبَالُ …

Pahala Berqurban Mengalahkan Pahala Sedekah

Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah pernah ditanya: أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ يَا شَيْخ صَالِحُ هُنَاكَ مَنْ يَرَى …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com