Home / Tag Archives: maksiat (page 4)

Tag Archives: maksiat

Diantara Penyebab Seorang Terlilit Hutang

Muhammad bin Sirin rahimahullah (Beliau seorang Tabi’in wafat di Bashrah tahun 110 H) berkata : إِنِّيْ لَأَعْرِفُ الذَّنْبَ الَّذِيْ حَمَلَ بِهِ عَلَيَّ الدَّيْنَ “Sesungguhnya aku mengetahui (dampak) dosaku (dahulu), yang menyebabkanku (sekarang) terlilit hutang.” _______________ Shifatush Shafwah, 3/246

Read More »

Janganlah Engkau Marah Jika Ada Yang Mengingatkan Kesalahanmu..

? Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata : وقد كان السلف يحبون من ينبههم على عيوبهم، ونحن الآن في الغالب أبغض الناس إلينا من يعرفنا عيوبنا “Dahulu para salaf merasa senang jika ada seseorang yang mengingatkan kepada mereka tentang aib-aib (kesalahan-kesalahan) mereka. Namun kita sekarang ini secara umum menjadi orang yang paling …

Read More »

Pangkal Ketaatan Dan Keburukan

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata: حب العلم وطلبه أصل كل طاعة، وحب الدنيا والمال وطلبه أصل كل سيئة. “Cinta ilmu dan mencarinya merupakan pangkal semua ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta serta mengejarnya merupakan pangkal semua keburukan.” ____________________ Miftah Daaris Sa’adah, jilid 1 hlm. 419

Read More »

Orang Yang Mati, Meski Masih Hidup

Ibnul Jauzy rahimahullah berkata: ليس الميت من خرجت روحه من جنبيه، وإنما الميت من لا يفقه ماذا لربه من الحقوق عليه. “Orang yang mati bukanlah orang yang ruhnya keluar dari tubuhnya, tetapi orang yang mati adalah orang yang tidak memahami apa hak-hak Rabbnya terhadap dirinya.” ________________ At-Tadzkirah, halaman 18

Read More »

Hebatnya Makar Allah Terhadap Musuh-Nya

Fir’aun mengerahkan pasukannya untuk membunuh setiap bayi lelaki Bani Israil, maka semuanya (yang tidak menjadi musuh) dibunuhnya, kecuali musuh sesungguhnya (Musa) yang dipeliharanya dalam istana… Bahkan Fir’aun kebingungan ketika Musa tak mau disusui oleh wanita manapun… Akhirnya, kembalilah Musa ke buaian ibunya dengan jaminan nafkah dari Fir’aun. __________________ Renungan Al …

Read More »

Salah Satu Tanda Kebaikan Yang Diberikan Kepada Seorang Hamba

? Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hambaNya, Allah akan melupakan (dari hamba tersebut) kebaikan yang pernah dia lakukan, melupakan dari hati dan lisannya. Apabila seorang hamba jatuh pada perbuatan maksiat, dia menjadikan perbuatan maksiat tersebut di depan matanya, senantiasa mengingatnya.” ? Sebagian ulama salaf berkata …

Read More »

Tinggalkan Masalalumu Yang Buruk, Kini Waktunya Berubah.

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menukil sebuah kisah yang menarik untuk kita jadikan renungan : Dari imam besar ahlussunnah dari kalangan Tabi’ut Tabi’in, Fudhail bin Iyadh rahimahullahu ta’ala , ketika beliau menasehati seseorang lelaki, beliau berkata kepada lelaki itu: “Berapa tahun usiamu (sekarang)?”. Lelaki itu menjawab: Enam puluh tahun. Fudhail …

Read More »

Urusan Macet Karena Maksiat

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata : وَمِنْهَا تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ عَلَيْهِ فَلاَ يَتَوَجَّهُ لِأَمْرٍ إِلاَّ يَجِدُهُ مُغْلَقًا دُوْنَهُ أَوْ مُتَعَسِّراً عَلَيْهِ, وَهَذَا كَمَا أَنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا, فَمَنْ عَطَّلَ التَّقْوَى جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ عُسْرًا, وَيَالله الْعَجَب كَيْفَ يَجِدُ الْعَبْدُ أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَالْمَصَالِحِ مَسْدُوْدَةً عَنْهُ مُتَعَسِّرَةً …

Read More »

Agar Jiwa Bertaqwa dan Berlindung Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat

Agar Bertaqwa Dan Berlindung Dari Ilmu Yang Tidak Manfaat اللهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا Ya Allah karuniakan ketakwaan pada jiwaku. Sucikanlah ia, …

Read More »