Mutiara Salaf Tazkiyatun Nafs

Merenungi Akibat Perbuatan

Ibnu al-Jauzi rahimahullah berkata :

Orang yang memikirkan secara seksama akibat setiap perbuatan sebelum melakukanya pasti akan menuai manfaatnya dan selamat dari mudharatnya. Sedang orang yang tak mau merenungkan akibat setiap tindakan pasti akan kalah oleh hawa nafsunya. Keselamatan yang diharapkanya pun berbah menjadi kecelakaan, sementara kesenangan yang diinginkanya malah berubah menjadi kesengsaraan.

“Untuk mengetahui akibat suatu perbuatan di masa mendatang, Anda bisa melakukanya dengan mengingat-ingat suatu perbuatan dimasa lalu.”

Di sepanjang usia anda pasti anda sudah pernah mendurhakai Allah atau mentaati-Nya. Pertanyaanya : ke mana kelezatan kemaksiatan yang pernah anda lakukan itu? Dan ke mana keletihan ketaatan yang pernah anda kerjakan itu?, Oh, rupanya semuanya telah pergi beserta seluruh perkara yang mengiringinya! Alangkah menyenangkannya andai dosa ikut berhenti berbarengan dengan berhentinya perbuatan!

Untuk lebih menghayati masalah ini saya meminta Anda membayangkan saat-saat menjelang kematian dan pahitnya penyesalan atas keteledoran semasa hidup. Saya tidak ingin menanyai Anda tentang cara penyesalan mengalahkan manisnya berbagai macam kesenangan. Karena, manisnya berbagai macam kesenangan telah berubah menjadi buah yang teramat pahit, hingga yang tersisa tinggal pahitnya kesedihan yang tak terperikan. Saya hanya ingin meminta anda memikirkan akibat semua jenis perbuatan.

Pendek kata, renungkanlah akibat! Pasti anda akan selamat. Dan jangan turuti kemauan hawa nafsu, karena anda pasti akan menyesal.

_____________________________

    • Shaid al-khathir, hal. 31-32
    • ✍ Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن) 



Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com - Bertanya ke ulama - Kirim pertanyaan ke Ulama

Follow Akun Kami

Berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dengan pemahaman generasi terbaik para Shahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an, Ijma.

Shahihfiqih.com © Copyright 2024 | All Rights Reserved
Powered by Fahd Network