Home / Fatwa / Shalatku Atau Ibuku?

Shalatku Atau Ibuku?

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAAN :

Apakah seseorang harus menjawab (panggilan) ibunya ketika shalat?

 

JAWABAN :

إذا شرع المصلي في صلاة فإن كانت فرضا لم يجز له أن يقطعها ليجيب أمه أو أباه، أما إذا كانت الصلاة نفلا فيجوز له قطعها لإجابة والديه، إذا دعت الحاجة إلى ذلك‏.‏ وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم‏

Apabila seseorang telah mulai mengerjakan shalat, maka jika shalatnya wajib tidak boleh memutus shalat tersebut untuk menjawab panggilan ibu atau bapaknya. Adapun jika shalat sunnah, maka boleh membatalkan shalatnya untuk menjawab panggilan kedua orang tuanya jika memang hal itu diperlukan.

________________________

  • Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta’ no. 20072

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Hukum Berpuasa Pada Hari Arafah Dengan Niat Qadho

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah PERTANYAAN: Apa hukum berpuasa hari Arafah dengan niat qadha? …

Mengapa Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun Saja, Sedangkan Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun?

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :Yang pertama:“الأوّل: أنّ يَـوم عَـرفة في شهر حرام ، وَقبله شَهر …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com