Tebar Qurban 1443H Shahihfiqih.com
Home / Fatwa / Hukum Resepsi Syabakah

Hukum Resepsi Syabakah

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAAN :
Apa hukum resepsi yang dilakukan oleh sebagian orang, yaitu resepsi yang disebut “haflatusy syabakah” (mirip dengan resepsi tukar cincin. pent) di mana laki-laki pelamar dan perempuan yang dilamar dipertemukan, lalu sang pelamar mengenakan kalung atau gelang kepada perempuan calon isterinya itu. Resepsi ini dilakukan sebelum akad nikah? Jazakumullahu khairan.

JAWABAN :
Sebagaimana diketahui bahwa perempuan yang dilamar, sebelum akad nikah dilakukan, (calon isteri) itu adalah tetap merupakan perempuan asing, tidak ada hubungannya dengan calon suaminya sama sekali. Maka dari itu, calon suami tidak boleh bergaul dengannya atau tinggal berduan dengannya, atau berbincang-bincang dengannya dalam waktu yang panjang. Dan resepsi yang disebutkan oleh penanya adalah resepsi haram tidak boleh dlsetujui, bahkan wajib dijauhi dan dihindari. Namun, jika akad nikah telah dilakukan antara mereka berdua, maka bagaimana pun ia adalah sudah menjadi isteri dan miliknya, dan boleh melakukan apa yang disebut oleh penanya tadi, seperti datang menemuinya, mengenakan apa Saja kepadanya dan tinggal berduaan dengannya.

_

? Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

? Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin.

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Jika Engkau Ingin Menikah Utarakanlah

Imam Syafi’i rahimahullah berkata : ينبغي للولد أن يصارح أباه بغربته في الزواج وينبغي لأب …

Hukum Ucapan “Semoga Engkau Panjang Umur”

PERTANYAAN ما حكم قول: “أطال الله بقاءك”، “طال عمرك”؟ Apa hukum ucapan, “Semoga Allah memanjangkan …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com