Home / Fatwa / APAKAH HARTA YANG KITA PINJAMKAN TERKENA WAJIB ZAKAT?
To reach this spot, I had to scramble for about 30 feet on rocks. What made it worse was that these rocks were filled with moss and very slippery. At one point I stopped and stood staring at the ocean, contemplating whether to give up. But the photographer inside me egged me on and I managed to plonk my tripod where I wanted. The wind was strong and there was wave after wave crashing on rocks around me. There were some close calls and I narrowly avoided getting drenched. Captured a beautiful sunset, watched some sea gulls and sea lions and drove back home with good music and the quiet satisfaction of a job well done :)

APAKAH HARTA YANG KITA PINJAMKAN TERKENA WAJIB ZAKAT?

PERTANYAAN :

Saya memiliki kerabat yang membangun sebuah tempat tinggal, saya telah memberinya pinjaman sejumlah uang yang cukup besar, dia menanggung hutang yang banyak untuk membangun tersebut, dan saya mengetahui keadaan keuangannya. Setelah berlalu sekitar 2 tahun saya belum mengeluarkan zakat dari uang yang saya pinjamkan tersebut, maka apakah uang tersebut memang terkena kewajiban zakat? Jazakumullah khairan.


JAWABAN :

Uang yang dipinjamkan ini tidak wajib atas engkau untuk mengeluarkan zakatnya, karena yang meminjamnya tidak mampu melunasinya. Piutang sendiri ada dua jenis :

1⃣ JENIS PERTAMA yang dihutang oleh seseorang yang mampu melunasinya, kapan saja engkau meminta darinya dia akan memberikannya kepadamu, maka piutang semacam ini wajib dikeluarkan zakatnya (jika mencapai nishab dan haul) oleh yang memilikinya, jika dia mau dia bisa mengeluarkan zakatnya dengan menggabungkannya bersama hartanya yang lain, dan jika dia mau dia boleh menunggunya hingga menerima piutangnya tersebut, lalu dia mengeluarkan zakatnya sesuai lamanya waktu uang tersebut dipinjam (maksudnya misalnya dipinjam 3 tahun maka zakatnya dikeluarkan untuk 3 tahun).

2⃣ JENIS KEDUA adalah piutang pada orang sedang kesulitan, atau orang yang sengaja menunda-nunda pelunasannya yang tidak mungkin bagimu untuk memintanya, maka yang semacam ini tidak wajib untuk mengeluarkan zakatnya, kecuali jika engkau telah menerima pelunasannya, lalu engkau mengeluarkan zakatnya untuk setahun yang berlalu, walaupun piutangmu tersebut tersebut baru dilunasi setelah sekian lama. Ini pendapat yang lebih dekat kepada kebenaran dalam masalah ini.

__________________________

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
  • Fatawaa Nuurun Alad Darb, jilid 7 hlm. 23

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Terbalik !

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata : لو كان العقل عرضا لتغالى الناس في ثمنه؛ فالعجب لمن …

Bahaya Cinta Kepemimpinan

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata : . ما منْ أحَدٍ أَحبَّ الرِّئَاسَةَ إِلَّا حسدَ وبغَى …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com