Tebar Qurban 1443H Shahihfiqih.com
Home / Fatwa / HUKUM SHALAT WANITA TANPA KHIMAR

HUKUM SHALAT WANITA TANPA KHIMAR

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAN :

Apa hukumnya shalat seorang wanita yang tidak menggunakan khimar?


JAWABAN :

Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَارٍ

“Allah tidak akan menerima shalat orang yang telah haidh (telah baligh) kecuali jika ia menggunakan khimar. (HR. Abu Daud 546)

📌 Hadits ini menunjukkan bahwa shalat seorang wanita tidak akan diterima kecuali jika ia memakai khimar untuk menutupi kepalanya. Adapun yang dimaksud dengan orang yang telah haidh adalah wanita yang telah baligh, dan bukan dimaksudkan dengan seorang wanita yang sedang mendapatkan haidh, karena wanita yang mendapatkan haidh dilarang untuk melakukan shalat, digunakan kalimat “orang yang telah haidh” karena yang mengalami haidh adalah wanita yang sudah baligh. Maka seandainya balighnya seorang wanita itu dengan mengalami mimpi basah maka dia termasuk dalam hukum ini.
📌 Hadits ini menunjukkan bahwa wanita yang belum baligh jika akan melakukan shalat maka tidak diwajibkan baginya untuk menggunakan khimar.

_____________________________

  • Syaikh Sholih Al-Fauzan
  • Zinatul Mar’ah 49

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Jika Engkau Ingin Menikah Utarakanlah

Imam Syafi’i rahimahullah berkata : ينبغي للولد أن يصارح أباه بغربته في الزواج وينبغي لأب …

Hukum Ucapan “Semoga Engkau Panjang Umur”

PERTANYAAN ما حكم قول: “أطال الله بقاءك”، “طال عمرك”؟ Apa hukum ucapan, “Semoga Allah memanjangkan …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com