Home / Fatwa / Hukum Jawaban”Yang Penting Hatinya?”

Hukum Jawaban”Yang Penting Hatinya?”

PERTANYAAN :
Bagaimana jawaban terhadap orang yang jika diberi nasehat ia lalu ia menunjuk ke arah hatinya sambil berkata: “yang paling penting adalah ini(hati)”?

JAWABAN :
Yang ditanyakan ini adalah tentang sikap sebagian orang yang jika dinasehati (tentang kebaikan) ia berkata “taqwa itu di sini (hati)“. Ini kalimat yang benar, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

-التَّقوَى هَاهُنَا – وَيُشيرُ إِلَى صَدرِهِ ثَلاَثَ مَراتٍ

“Taqwa itu ada di sini (beliau menunjuk pada dadanya, dan berkata demikian sebanyak 3x)” (HR. Muslim 239)

orang yang bersabda tentang “taqwa itu di sini (hati)“ (yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam), beliau juga orang yang mensabdakan :

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّه

“Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah, jika ia baik seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak.” (HR. Bukhari 52 dan Muslim 1599).

Hal ini menunjukkan kerusakan bahwa yang tampak secara lahiriah(luar) merupakan tanda dari rusaknya batin (hati). Sehingga orang yang mengatakan bahwa “taqwa itu di sini (hati)” (yaitu Rasulullah), beliau juga orang yang mengatakan bahwa taqwa itu ada dalam lahiriah (tampak luar). Karena barangsiapa yang hatinya bertaqwa maka pasti anggota tubuhnya juga bertaqwa. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda :

إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّه

“jika ia baik seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak.” (HR. Bukhari 52 dan Muslim 1599)

Maka kami katakan, kalau memang benar hati anda itu bertaqwa, maka tentu anggota tubuh anda ‘juga harus bertaqwa’.

_____________________________

  • Syaikh Muhammad Bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
  • http://ar.islamway.net/fatwa/1561/ما-الرد-على-من-إذا-قدمت-له-النصيحة-أشار-إلى-قلبه-وقال-أهم-شئ-هذا

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Hati Tenang Karena Mengutamakan Akhirat

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: تجد أهل الآخرة لا يهتمون بما يفوتهم من …

Terapi Jitu Bagi Dunia Islam Untuk Keluar Dari Sistem Masa Kini

PERTANYAAN : Bagaimana menurut Syaikh yang mulia tentang terapi jitu bagi dunia islam untuk keluar …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com