Home / Fatwa / Prioritas Dalam Berdakwah

Prioritas Dalam Berdakwah

PERTANYAAN :
Mana yang seharusnya di prioritaskan dalam lingkup dakwah islamiyyah; berupa kegiatan sosial semacam pembangunan masjid dan pemberian bantuan bagi kaum yang lemah, ataukah mendakwahi pemerintah untuk menerapkan syari’at dan memerangi berbagai kerusakan?

JAWABAN :
Yang wajib atas para ulama adalah memulai dengan apa yang para rasul alaihi salam mulai, yang berkaitan dengan masyarakat kuffar dan negara-negara non islam, yaitu mengajak kepada tauhidullah (beribadah hanya kepada Allah) dan meninggalkan penyembahan kepada selain Allah, beriman kepada Allah dengan semua nama-nama dan juga syifat-syifatNya serta menetapkan itu semua pada Allah sesuai dengan kemuliaan dan keagunganNya, beriman kepada RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mencintainya berikut para pengikutnya. Disamping itu, hendaknya mereka mengajak kaum muslimin disetiap tempat untuk senantiasa berpegang teguh dengan syari’at islam dan konsisten, menasehati para penguasa, membantu dan membimbing orang-orang yang perlu dibantu dan dibimbing. Kemudian dari itu, hendaknya para ulama senantiasa eksis dalam berdakwah, antusias terhadap kegiatan-kegiatan sosial, mengunjungi para penguasa dan memotivasi mereka untuk berbuat kebaikan serta menganjurkan mereka untuk memberlakukan syari’at dan menerapkannya pada masyarakat. Hal ini sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

6“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (Qs. An nisa’: 65)

Dan FirmanNya,

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Qs. Al Ma’idah: 50)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna

______

👤 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

📚 Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah, edisi 32, hal. 119

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Bantahan Terhadap Ucapan: “Bila Hadits Sesuai Akal Maka Ia Shahih dan Bila Tidak, Berarti Tidak Shahih”

PERTANYAAN : Bagaimana membantah kebid’ahan ucapan seseorang, “Bila suatu hadits sesuai dengan akal maka dia …

Bagaimana Mengingkari Kemungkaran Dengan Hati?

PERTANYAAN : Bagaimana mengingkari kemungkaran dengan hati? JAWABAN : Yaitu membenci kemungkaran dan tidak bergaul …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com