Home / Fatwa / Hukum Mengumumkan Berita Duka Di Koran

Hukum Mengumumkan Berita Duka Di Koran

PERTANYAAN :
Sebagian orang ada yang mengumumkan berita duka tentang kematian kerabatnya di koran-koran dengan menggunakan ruang halaman yang cukup besar, kadang tulisannya berwarna putih dengan background warna hitam, kadang pula sekedar tulisan biasa. Bagaimana hukum perbuatan ini?

JAWABAN :
Mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga si mayat dan mendoakan mereka serta mayatnya memang di syari’atkan jika masih dalam batas-batas yang bersumber dari Rasulullah shallahu alaihi wasallam, yaitu dengan mengucapkan kepada yang tertimpa musibah saat berjumpa dengannya, “Semoga Allah membaikkan kedukaanmu, meneguhkanmu didalam musibahmu, dan mengampuni mayat (keluarga)mu”
Jika jauh, bisa melalui tulisan yang mengandung ungkapan bela sungkawa itu. Hal ini di bolehkan.

Adapun mengumumkan berita kematian di koran-koran, ini tidak perlu, kecuali jika maksudnya adalah mengumumkan kematian dengan maksud agar orang yang mempunyai kewajiban terhadap yang mati itu memenuhi kewajibannya, atau dengan maksud memberitahu tempat di shalatkannya jenazah sehingga orang-orang bisa datang ketempat tersebut.

Tapi jika maksudnya untuk memujanya, ini tidak boleh, karena hal ini bisa mengarah kepada sikap berlebihan dan melampaui batas. Lagi pula, perbuatan ini membutuhkan biaya untuk di bayarkan kepada pengelola koran karena menerbitkan pengumuman itu. Sungguh ini perbuatan yang tidak berguna. Lain dari itu, tidak disyari’atkan mengumumkan tempat duka atau tempat perayaan dan walimah.

Jarir bin Abdullah radhiyallahu anhu pernah mengatakan, “Menurut kami, bahwa berkumpul ditempat keluarga di mayat, dan membuatkan makanan, termasuk meratap” (HR. Ahmad dan Ibnu majah)

__________

👤 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan hafidzahullah

📚 Al-Muntaqa min fatawa al-Fauzan, 2/284

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Hukum Melanjutkan Studi Bagi Mahasiswi Yang Ditinggal Mati Suaminya

PERTANYAAN : Wanita yang ditinggal mati suaminya dan berkewajiban menjalani masa iddah, padahal ia seorang …

Hukum Wanita Menemui Supir Dan Pembantu Laki-Laki

PERTANYAAN : bagaimana hukumnya menemui pembantu para laki-laki dan para supir? Apakah mereka termasuk kategori …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com