Home / Fatwa / Hukum Membagikan Kaset Untuk Berdakwah

Hukum Membagikan Kaset Untuk Berdakwah

PERTANYAAN :
Saya suka dan antusias terhadap dakwah, tapi saya tidak memiliki kemampuan mengungkapkan dengan baik. Apa cukup bagi saya memilihkan kaset salah seorang ulama atau dai lalu menghadiahkan kepada kerabat atau kaum muslimin lainnya?

JAWABAN :
Ya, jika itu kasetnya seorang alim yamg dikenal berakidah lurus dan luas ilmunya. Jika anda menghadiahkan kepada saudara-saudara anda, berarti anda telah berbuat baik, dan bagi anda pahala seperti orang alim itu, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

“Barangsiapa yang menunjuki demi kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim dalam kitab shahihnya, al-Imarah, no. 1893)

Sebenarnya, tidak ada larangan bagi anda sendiri untuk berbicara tentang kebenaran yang anda ketahui, dengan menggunakan ungkapan yang baik, misalnya; mengajak orang untuk sholat berjama’ah, menunaikan zakat, memperingatkan orang dari mengunjing dan menghasut, menyakiti orang tua, memutuskan silaturrahmi dan keburukan-keburukan lain yang diharamkan Allah. Sebab, hak semacam ini sudah cukup diketahui oleh kaum Muslimin dari para ulama dan lainnya.

_______

👤 Syaikh Abdul Aziz bin Andullah bin Baz rahimahullah

📚 Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah, edisi 36, hal 126- 127

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Bantahan Terhadap Ucapan: “Bila Hadits Sesuai Akal Maka Ia Shahih dan Bila Tidak, Berarti Tidak Shahih”

PERTANYAAN : Bagaimana membantah kebid’ahan ucapan seseorang, “Bila suatu hadits sesuai dengan akal maka dia …

Bagaimana Mengingkari Kemungkaran Dengan Hati?

PERTANYAAN : Bagaimana mengingkari kemungkaran dengan hati? JAWABAN : Yaitu membenci kemungkaran dan tidak bergaul …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com