Home / Tanya Jawab / Hukum Cerita (Fiksi) Islami..?

Hukum Cerita (Fiksi) Islami..?

PERTANYAAN :
Assalamu’alaikum.. Saya berencana untuk menjadi penulis cerita pendek(fiksi) untuk remaja yang islami apakah itu diperbolehkan? saya pernah baca ada ustad salaf yang melarang penulisan cerpen aatu novel islami karena akan membawa pembacanya terlena dengan bacaannya lalu melupakan ibadahnya, benarkah demikian? Mohon Penjelasannya.. Syukron.. 

JAWABAN :
Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh… Tentang menjadi penulis cerita pendek fiksi saya kurang setuju, sebab cerita fiksi adalah kebohongan dan berbohong itu termasuk dosa besar. dalam Islam, tujuan tidaklah menghalalkan segala cara, sehingga meski niat seseorang adalah baik akan tetapi niat tersebut tidaklah menjadikan sarana yang dipakai untuk mewujudkannya serta merta menjadi baik. Para ulama hanya memberi keringanan dalam hal ini jika cerita yang dibikin ialah semacam dialog fiktif antara dua pihak yang masing-masing menyampaikan argumentasinya, misalnya antara ahlussunnah dengan ahlul bid’ah dalam rangka mematahkan semua argumentasi lawan, maka hal ini dibolehkan –meski sebetulnya itu mengandung kebohongan karena dialog tersebut tak pernah terjadi– akan tetapi mengingat maslahatnya yang lebih besar maka dibolehkan. Sedangkan cerita fiksi lainnya tak lebih dari sekedar hiburan yang sering kali melalaikan pembacanya dari hal lain yang lebih penting, seperti dzikrullah dan menuntut ilmu. wallaahu a’lam

___________

  • Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc, MA
  • 24 Jumadal Awwal 1431 H / 9 Mei 2010
  • basweidan.com

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Celalah Diri Kita Sendiri

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah mencela dirinya sendiri dengan berkata : يا مسكين! أنت مسيء، وترى …

Meyakini Bebas Memilih Agama Sesukanya ?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: من اعتقد أنه يجوز لأحد أن يتدين بما …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com