Home / Nasehat Ulama / Tidak Selalu Memaafkan Itu Lebih Baik

Tidak Selalu Memaafkan Itu Lebih Baik

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

فإن العفو أفضل وأحسن؛ إلا إذا كان الذي أساء إليك شخصاً معروفاً بالشر والفساد وأنك لو عفوت عنه زاد في شرِّه، ففي هذه الحال الأفضل أن لا تعفو عنه، بل تأخذ بحقك من أجل الإصلاح.

“Sesungguhnya memaafkan lebih utama dan lebih baik, kecuali jika orang yang berbuat jahat kepadamu adalah seseorang yang dikenal jahat dan rusak, dan jika engkau memaafkannya akan semakin besar kejahatannya, maka dalam keadaan seperti ini yang lebih utama adalah dengan tidak memaafkannya, bahkan engkau ambil hakmu demi perbaikan.”

_________________

Syarh Riyadhis Shalihin, jilid 1 halaman. 180

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Menganggap Diri Lebih Baik?

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata : “Berbangga Diri, sampai-sampai dikhayalkan, “bahwa engkau lebih baik dari pada …

Diantara Karunia Allah Bagi Hamba Yang Tidak Ingin Tenar

Ayyub as-Sikhtiyany rahimahullah berkata: إن قومًا يريدون أن يرتفعوا فيأبى الله إلا أن يضعهم، وآخرين …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com