Tebar Qurban 1443H Shahihfiqih.com
Home / Fatwa / Lupa Saat Shalat Memakai Baju Yang Terkena Air Mani

Lupa Saat Shalat Memakai Baju Yang Terkena Air Mani

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAAN : 

رجل لبس ثوباً وهو طاهر -أي: الرجل طاهر- ولكن الثوب كان فيه مني، فلبسه ناسياً، وبعد الصلاة تبين أن في هذا الثوب منياً لم يعلم به، فما حكم هذا؟

Ada seseorang yang memakai baju dalam keadaan orang tersebut suci namun pakaian yang dia pakai terkena air mani dan dia memakainya dalam keadaan lupa, lalu setelah shalat baru dia tersadar bahwa pakaian itu terkena air mani. Apa hukum shalat tersebut?

JAWABAN :

المني طاهر، ولو صلى الإنسان في ثوب وفيه مني فصلاته صحيحة سواء كان عمداً أو نسياناً؛ لكن قل: لو كان فيه بول، ثم صلى ناسياً أو جاهلاً ولم يعلم إلا بعد الصلاة فصلاته صحيحة.

Air mani itu hukumnya suci. Sehingga apabila ada seseorang yang shalat menggunakan pakaian yang terkena air mani maka shalatnya tetaplah sah. Apakah dia sengaja melakukan ataukah karena lupa. Bahkan apabila seseorang shalat dengan memakai pakaian yang terkena air kencing dalam keadaan dia lupa atau karena tidak mengetahui tentang hukumnya, maka shalatnya tetaplah sah.

________________________

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
  • Silsilah Liqaa’aat Baabil Maftuuh
  • Voice Audio Google Drive Shahihfiqih : http://bit.ly/2jbfC78

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Jika Engkau Ingin Menikah Utarakanlah

Imam Syafi’i rahimahullah berkata : ينبغي للولد أن يصارح أباه بغربته في الزواج وينبغي لأب …

Hukum Ucapan “Semoga Engkau Panjang Umur”

PERTANYAAN ما حكم قول: “أطال الله بقاءك”، “طال عمرك”؟ Apa hukum ucapan, “Semoga Allah memanjangkan …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com