Home / Fatwa / Hukum Seorang Wanita Berkendaraan Dengan Seorang Supir Yang Bukan Mahram (2)

Hukum Seorang Wanita Berkendaraan Dengan Seorang Supir Yang Bukan Mahram (2)

Saya, Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, saya katakan ini dan saya sendiri yang menulisnya, bahwa seorang laki-laki tidak boleh berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahramnya di dalam mobil kecuali ada mahramnya, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda,

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَه‍َا ذُوْ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan (yang bukan mahramnya) di tempat yang sepi kecuali ada mahramnya yang bersamanya” (HR. Muslim)

Adapun jika bersama dua orang wanita atau lebih, maka itu tidak apa-apa dan tidak termasuk khulwah (bersepi-sepian) dengan syarat hal itu terjamin dan bukan dalam perjalanan jauh (safar) Wallahul muwaffiq

__________

👤 Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin yang beliau tandatangani

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Hukum Melanjutkan Studi Bagi Mahasiswi Yang Ditinggal Mati Suaminya

PERTANYAAN : Wanita yang ditinggal mati suaminya dan berkewajiban menjalani masa iddah, padahal ia seorang …

Hukum Mengumumkan Berita Duka Di Koran

PERTANYAAN : Sebagian orang ada yang mengumumkan berita duka tentang kematian kerabatnya di koran-koran dengan …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com