Home / Fatwa / Hukum Orang Islam Makan Bersama Orang Non Islam (Kafir)

Hukum Orang Islam Makan Bersama Orang Non Islam (Kafir)

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAAN :
Apakah haram seorang muslim makan bersama orang Nashrani atau minum bersamanya?

JAWABAN :
Alhamdulillah. Makan bersama orang kafir tidaklah haram, kalau memang dibutuhkan atau ada kemaslahatan menurut syariat.

Namun jangan menjadikan mereka sebagai sahabat sehingga sering makan bersama mereka tanpa sebab yang disyariatkan atau kemaslahatan menurut syariat. Jangan pula bersikap akrab dengan mereka dan tertawa-tawa bersama mereka.

Tapi kalau diperlukan, seperti makan bersama tamu untuk menunjukkan kebenaran kepada mereka atau untuk menunjukkan jalan Allah kepada mereka atau karena sebab-sebab lain, maka boleh saja. Dihalalkannya makanan Ahli Kitab kepada kita tidak berarti boleh menjadikan mereka sebagai sahabat dan teman-teman duduk. Juga tidak menunjukkan dibolehkannya makan-minum bersama mereka tanpa keperluan tertentu atau tanpa kemaslahatan yang disyariatkan.

Wallahu Waliyyut Taufiq.

____________________________________

  • Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah
  • Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, IX : 324

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Hukum Berpuasa Pada Hari Arafah Dengan Niat Qadho

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah PERTANYAAN: Apa hukum berpuasa hari Arafah dengan niat qadha? …

Mengapa Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun Saja, Sedangkan Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun?

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :Yang pertama:“الأوّل: أنّ يَـوم عَـرفة في شهر حرام ، وَقبله شَهر …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com