Tebar Qurban 1443H Shahihfiqih.com
Home / Fatwa / Hukum Merias Tangan Dan Kaki Bagi Wanita

Hukum Merias Tangan Dan Kaki Bagi Wanita

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAAN :
Hukum merias kedua tangan dan kaki bagi para perempuan?

JAWABAN :
Merias (melukis di) tangan dan kaki dengan daun pacar (inai) disarankan bagi para wanita yang sudah menikah, dengan dalil hadits-hadits yang masyhur tentang hal ini, yang menunjukkan kebolehannya, diantaranya adalah riwayat Abu Daud, bahwasanya ada wanita yang bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu anha tentang merias dengan daun pacar (inai), beliau menjawab : “boleh, akan tetapi aku tidak menyukainya, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai baunya.” (HR. An-Nasa’i)

Dari Aisyah Radhiyallahu anha ia berkata :
“Bahwa ada seorang wanita yang menyodorkan kitab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari balik tabir, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menahan tangan beliau dan bersabda : ‘Saya tidak tahu, ini tangan lelaki atau tangan perempuan?’.” (HR Abu Daud dan An-Nasa’i)

Akan tetapi tidak diperbolehkan untuk melukis (mewarnai) kuku-kukunya dengan zat yang bisa mengental dan menghalangi aliran air ketika thaharah (bersuci). (seperti kutek)

____________________________

  • Syaikh Shalih Al-Fauzan
  • Tanbihat Ala Ahkamin Takhushshu bil Mukminat, 11. Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Maratil Muslimah.

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Jika Engkau Ingin Menikah Utarakanlah

Imam Syafi’i rahimahullah berkata : ينبغي للولد أن يصارح أباه بغربته في الزواج وينبغي لأب …

Hukum Ucapan “Semoga Engkau Panjang Umur”

PERTANYAAN ما حكم قول: “أطال الله بقاءك”، “طال عمرك”؟ Apa hukum ucapan, “Semoga Allah memanjangkan …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com