Home / Fatwa / Hukum Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Hukum Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

PERTANYAAN :
Bagaimana hukumnya orang yang meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar, padahal ia mampu melakukannya?

JAWABAN :
Hukumnya, berarti ia durhaka terhadap Allah dan RosulNya shallallahu alaihi wa sallam, imannya lemah dan ia terancam bahaya besar yang berupa penyakit-penyakit hati dan efek-efeknya, cepat maupun lambat, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِ‍‍نْ بَ‍‍نِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْ‍‍نِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ . كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَ‍‍نْ مُّ‍‍‍‍نْكَ‍‍رٍ فَ‍‍عَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Qs. Al-Ma’idah: 78-79)

Dan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَمَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Orang yang tidak mampu dengan lisannya, maka dengan hatinya. Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya iman” (HR. Muslim)

Dalam sabda lainnya beliau menyebutkan,

إِنَّ النَّاسَ إذَا رَأَوُا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُنْكِرُوْهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّه‍ُمُ اللهُ بِعِقَابِهِ

“Sesunggunnya manusia itu bila melihat kemungkaran tapi tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan siksa-Nya yang juga menimpa mereka” (HR. Abu Dawud, at-Tirmizi dan Ibnu Majah)

Masih banyak lagi hadits-hadits yang semakna dengan ini. Semoga Allah menunjuki kaum muslimin untuk senantiasa melaksanakan kewajiban yang agung ini dengan cara yang diridhai-Nya

_________

👤 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

📚 Majalatul Buhuts edisi 37, hal. 169

About Abdullah bin Suyitno

Avatar
Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Diantara Buah Keimanan Kepada Qadha Dan Qadar

PERTANYAAN : Apakah mungkin, qadha dan qadar bisa membantu bertambahnya iman seorang Muslim? JAWABAN: Beriman …

Hukum Melanjutkan Studi Bagi Mahasiswi Yang Ditinggal Mati Suaminya

PERTANYAAN : Wanita yang ditinggal mati suaminya dan berkewajiban menjalani masa iddah, padahal ia seorang …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com