Home / Fatwa / Hukum Berdiri Untuk Lagu Kebangsaan Dan Hormat Kepada Bendera

Hukum Berdiri Untuk Lagu Kebangsaan Dan Hormat Kepada Bendera

Buku Shahihfiqih - Buku Fahd Project

PERTANYAAN :

Apakah boleh berdiri untuk lagu kebangsaan dan hormat kepada bendera?

 

JAWABAN :

Tidak boleh bagi seorang Muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan. Ini termasuk perbuatan bid’ah yang harus diingkari dan tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ataupun pada masa al-Khulafa’ ar-Rasyidin radhiyallahu anhum. Ia juga bertentangan dengan tauhid yang wajib sempurna dan keikhlasan di dalam mengagungkan hanya kepada Allah semata serta merupakan sarana menuju kesyirikan. Di samping itu, ia juga merupakan bentuk penyerupaan terhadap orang-orang kafir, mentaklid tradisi mereka yang jelek serta menyamai mereka dalam sikap berlebihan terhadap para pemimpin dan protokoler-protokoler resmi. Padahal, Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah melarang kita berlaku sama seperti mereka atau menyerupai mereka. Wa billah at-Taufiq, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa shahbihi wa sallam.

 

____

 

? Fatwa Lajnah Da’Imah, halaman 149.

About Tim Shahihfiqih

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Apakah Janin Yang Keguguran di Aqiqahi?

  Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjawab : في هذا تفصيل أما السقط قبل …

Adab Ketika Meminum Air Zam-Zam

ADAB KETIKA MINUM ZAM-ZAM1. Menghadap kekiblat2. Meminum dalam tiga nafas, dan dan melepas mulut dari …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com - Bertanya ke ulama - Kirim pertanyaan ke Ulama