Home / Fatwa / Cara Mengerjakan Puasa 6 Hari Di Bulan Syawwal

Cara Mengerjakan Puasa 6 Hari Di Bulan Syawwal

PERTANYAAN :
Mana yang lebih utama puasa (enam hari) berturut-turut atau terpisah?

JAWABAN :

الأفضل صيام ستة أيام من شوال أن تكون متتابعة، وأن تكون بعد يوم الفطر مباشرة؛ بما في ذلك من المسارعة إلى الخير، ولا بأس أن يؤخر ابتداء صومها عن اليوم الثاني من شوال، ولا بأس أن يصومها الإنسان متفرقة إلى آخر الشهر؛ لعموم قوله صلى الله عليه وسلم: من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر كله. ولم يشترط النبي صلى الله عليه وسلم أن تكون متتابعة، ولا أن تكون بعد رمضان مباشرة.

🔴 Lebih utama puasa enam hari di bulan Syawal dilakukan secara berturut-turut dan dilakukan langsung setelah hari Idul Fitri. Karena yang demikian ini merupakan upaya untuk bersegera melakukan kebaikan.

🔴 Namun tidak mengapa ditunda permulaan puasanya dari hari kedua bulan Syawal. Tidak masalah pula seseorang melakukannya secara terpisah hingga akhir bulan. Ini berdasarkan keumuman sabda beliau shallallahu alaihi wasallam : “Siapa saja yang puasa Ramadhan lalu mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia puasa sepanjang tahun.”

Dalam hadis ini Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mempersyaratkan harus berturut-turut puasanya dan tidak pula harus langsung setelah Ramadhan.”

_____________________________

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
  • Silsilah Fatawa Nur ‘alad Darb kaset nomor 239

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Keutamaan Bersedekah Dari Hasil Yanh Halal Meskipun Sedikit

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sedekah : لاَ يَتَصَدَّقُ أَحَدٌ بِتَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ …

Keutamaan Amal Orang Yang Bertaqwa

Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata, وَمِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنٍْ بِرٍّ مَعَ تَقْوَى وَدِيْنٍ أَعْظَمُ وَأَفْضَلُ أَرْجَحُ …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com