Home / Fatwa / Bantahan Terhadap Ucapan: “Bila Hadits Sesuai Akal Maka Ia Shahih dan Bila Tidak, Berarti Tidak Shahih”
To reach this spot, I had to scramble for about 30 feet on rocks. What made it worse was that these rocks were filled with moss and very slippery. At one point I stopped and stood staring at the ocean, contemplating whether to give up. But the photographer inside me egged me on and I managed to plonk my tripod where I wanted. The wind was strong and there was wave after wave crashing on rocks around me. There were some close calls and I narrowly avoided getting drenched. Captured a beautiful sunset, watched some sea gulls and sea lions and drove back home with good music and the quiet satisfaction of a job well done :)

Bantahan Terhadap Ucapan: “Bila Hadits Sesuai Akal Maka Ia Shahih dan Bila Tidak, Berarti Tidak Shahih”

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAAN :
Bagaimana membantah kebid’ahan ucapan seseorang, “Bila suatu hadits sesuai dengan akal maka dia shahih dan bila tidak, berarti tidak shahih?”

JAWABAN :
Bantahannya bahwa ini merupakan tolok ukur yang batil. Bila kita menjadikan akal sebagai pemutus terhadap keshalihan hadits niscaya kita termasuk orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka. Dengan tolok ukur akal yang bagaimana kita ingin menimbang hadits?
Sebab, terkadang ada orang yang melihatnya menyalahi akal sedangkan orang lain justru melihatnya sesuai dengan akal padahal semua akal itu berbeda-beda, tidak sependapat.

Dan akal yang sehat dan terhindar dari syubhat serta syahwat (hawa nafsu) adalah yang menerima riwayat yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, baik ia mendapatkan hikmahnya dibalik itu atau pun belum mendapatkannya.

sedangkan siapa saja yang mengucapkan seperti ucapan tersebut maka berarti dia menyembah Allah dengan hawa nafsunya, bukan petunjukNya.

________

:bust_in_silhouette: Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah

:books: Majmu’ Durus Farawa al-Haram al-Makki, juz 1, hal. 389

About Abdullah bin Suyitno

Avatar
Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Februari 2021)

Check Also

Waapada Banyak Kematian Mendadak Di Akhir Zaman

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : مِنَ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ “Di antara …

Menghadapi Suami Yang Suka Menjelek-Jelekkan Istri

PERTANYAAN :Saya seorang wanita yang telah menikah sejak berusia 25 tahun. Kini saya telah mempunyai …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com