Home / Fatwa / Bagaimana Amal Perbuatan Itu Ditimbang, Bukankah Itu Hanya Sekedar Sifat Bagi Yang Melakukan Sebuah Amalan

Bagaimana Amal Perbuatan Itu Ditimbang, Bukankah Itu Hanya Sekedar Sifat Bagi Yang Melakukan Sebuah Amalan

Donasi Dakwah Shahihfiqih.com

PERTANYAAN :

Bagaimana amal perbuatan itu ditimbang sedangkan ia adalah sekedar sifat bagi yang melakukan amalan tersebut?


JAWABAN :

Kaedah dalam menghadapi masalah semacam ini adalah -sebagaimana telah kita kemukakan juga di atas- kita pasrah dan menerima apa adanya saja. Kita tidak perlu menanyakan bagaimana dan mengapa. Namun ada juga ada ulama rahimahullah yang berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan diatas. Mereka mengatakan bahwa amal perbuatan tersebut itu dirubah menjadi suatu bentuk sehingga ia memiliki jism lalu ditaruh dalam timbangan sehingga dapat diketahui berat atau ringannya amal tersebut.

Mereka mengambil contoh dari hadits shahih dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam : Pada hari kiamat kematian itu dijadikan dalam bentuk kibas (domba), kemudian memanggil penghuni jannah, ‘Wahai penghuni jannah!’ Lalu merekapun muncul dan menjulurkan lehernya untuk melihat. Kemudian ia memanggil.’Wahai penghuni neraka !’ Lalu merekapun muncul dan menjulurkan lehernya untuk melihat. ‘Apa yang terjadi ?’ Lalu kematian itu didatangkan dalam bentuk domba, lalu ditanyakan, ‘Apakah kalian tahu ini ?’Mereka menjawab, ‘Ya’. Kematian itu akhirnya disembelih antara jannah dan naar, lalu dikatakan, ‘Wahai penghuni jannah kekallah dan tiada kematian. Dan wahai penghuni naar, kekallah dan tiada kematian!’.

Kita semua tahu bahwa kematian merupakan sifat, akan tetapi Allah menjadikannya sebagai suatu bentuk yang berdiri sendiri. Demikian jugalah amal perbuatan itu menjadi suatu bentuk lalu ditimbang. Wallahu ‘alam.

_____________________________

  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
  • Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan

About Abdullah bin Suyitno

Avatar
Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019) | Ketua HSI Media (Agustus 2019 - Sekarang)

Check Also

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

PERTANYAAN : Banyak tenaga kerja yang menangguhkan shalat Zhuhur dan Ashar hingga malam hari dengan …

Hukum Memakan Dari Hasil Pekerjaan Yang Haram

PERTANYAAN : Jika pekerjaan ayah saya haram, apa boleh kami memakan dari penghasilannya? Jika tidak …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com