Home / Fatwa / JIKA WANITA HAMIL TERKENA MUSIBAH DAN MENGELUARKAN DARAH YANG BANYAK TETAPI BAYI YANG DIKANDUNGNYA TIDAK KELUAR MAKA APA HUKUMNYA?

JIKA WANITA HAMIL TERKENA MUSIBAH DAN MENGELUARKAN DARAH YANG BANYAK TETAPI BAYI YANG DIKANDUNGNYA TIDAK KELUAR MAKA APA HUKUMNYA?

PERTANYAAN :

Jika seorang wanita hamil mengalami al-‘Awar (diamnya janin dalam perut ibunya dalam kurun waktu yang lama) dan mengeluarkan banyak darah, sementara bayi yang dikandungnya tidak keguguran, makaapa hukum darah ini?


JAWABAN :

Darah itu adalah darah rusak (penyakit), yang mana shalat tidak boleh ditinggalkan dengan sebabnya, bahkan hendaklah dia tetap shalat sekalipun darah itu terus mengalir, dan tidak perlu mengulangnya. Akan tetapi, hendaknya dia berwudhu setiap waktu shalat. 

Wallahu a’lam.

_____________________________

  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah.
  • Al-Majmu’ah al-Kamilah li Mu’allafat.

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Para Salaf Dalam Memandang Amalan Mereka

Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata: كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويعدون أنفسهم من المقصرين …

Kemunafikan Berlapis

Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata: فمن أظهر للناس خشوعًا فوق ما في قلبه فإنَّمَا هو …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com