Home / Mutiara Salaf (page 54)

Mutiara Salaf

Tidak Sadar Selama Dua Hari Karena Sakit Akan Melahirkan Tetapi Tidak Mengeluarkan Darah, Wajibkah Mengqadha Shalat?

PERTANYAAN : Jika seorang wanita mengalami sakit karena hendak melahirkan hingga tidak sadar selama dua hari namun ia belum mengeluarkan darah, apakah diharuskan baginya untuk mengqadha shalat atau tidak? JAWABAN : Ya, diharuskan baginya untuk mengqadha shalat yang ia tinggalkan selama dua hari itu, karena ketidaksadaran yang disebabkan penyakit atau …

Read More »

SUNNAH SAAT TURUN HUJAN

📌 BERSYUKUR ATAS TURUNNYA HUJAN : Apabila Allah memberi nikmat hujan, dianjurkan bagi seorang muslim dalam rangka bersyukur kepada-Nya untuk membaca do’a  إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً ”Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’ …

Read More »

SAYANGILAH SAUDARAMU

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata: 🔺 حاول أن تمسح البغضاء من قلبك بالنسبة ﻹخوانك المسلمين، وإذا حاولت ذلك فهذا أقرب إلى إصلاح المسلمين 🔺 لأن مناصحة من تبغضه ثقيلة جدا على النفس ، لأنك تبغضه وقلبك ينفر منه فيصعب عليك أن تناصحه  🔺 لكن إذا أبقيت المودة …

Read More »

DAMPAK TERLALU SERING BERGAUL (BERINTERAKSI) DENGAN ORANG

Al-Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata: ﻣَﻦْ ﺧَﺎﻟَﻂَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﻠَﻢْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻨْﺞُ ﻣِﻦْ ﺇِﺣْﺪَﻯ ﺍﺛْﻨَﺘَﻴْﻦِ: ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺨُﻮﺽَ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺧَﺎﺿُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺑَﺎﻃِﻞٍ، ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﻜُﺖَ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﻣُﻨْﻜَﺮًﺍ ﺃَﻭْ ﺳَﻤِﻌَﻪُ ﻣِﻦْ ﺟُﻠَﺴَﺎﺋِﻪِ ﻓَﻼ ﻳُﻐَﻴِّﺮَ ﻓَﻴَﺄْﺛَﻢَ ﻭَﻳُﺸْﺮِﻛَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻪِ. “Siapa saja yang bergaul dengan orang lain (secara berlebihan) maka dia tidak …

Read More »

AKIBAT SUKA(GEMAR) MEMBICARAKAN AIB ORANG LAIN

Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata: ومن تفرغ لعيوب الناس تفرغ الناس لعيوبه. “Siapa yang menyibukkan diri atau meluangkan waktunya untuk membicarakan aib-aib orang lain, maka orang lain pun akan menyibukkan diri untuk membicarakan aib-aibnya.” _____________________________ Ar-Riyadhun Nadhirah dalam Majmu’ Muallafatis Sa’dy, hlm. 224

Read More »

HARUSKAH, MENDAHULUKAN PERNIKAHAN SAUDARI YANG LEBIH TUA?

PERTANYAAN :  Ada satu adat di negeri kami yang saya tidak tahu apakah hanya suatu kebiasaan ataukah memang disyari’atkan. Aku ingin tahu pandangan syari’at tentang ini, yaitu kebiasaan sebagian keluarga apabila datang orang yang melamar putri mereka yang termuda maka mereka tidak mau menikahkannya jika masih ada putri yang lebih …

Read More »

Istighfar Namun Justru Dimurkai?

Yahya bin Muadz rahimahullah berakta : كَمْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ مَمْقُوتٍ ، وَسَاكِتٍ مَرْحُومٍ, هَذَا الْمُسْتَغْفِرُ وَقَلْبُهُ فَاجِرٌ، وَهَذَا سَاكِتٌ ،وَقَلْبُهُ ذَاكِرٌ “Betapa banyak orang yang beristighfar namun malah dimurkai dan orang yang diam namun dirahmati, (Kemudian beliau berkata) Orang tersebut beristighfar namun hatinya lalai dan orang tersebut diam namun hatinya …

Read More »

MENGINGAT SAAT PANEN MEMBANGKITKAN SEMANGAT UNTUK MENANAM

​ 👤 Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata: النظر إلى العواقب معونة عظيمة في سهولة الأعمال النافعة، وفي الاحتراز مما يخاف ضرره، فإن العواقب الطيبة يسهل على العبد كل طريق يوصل إليها وإن كان شاقا، لما يرجو من الثمرة. “Memperhatikan akibat memiliki peran yang besar dalam membantu memudahkan amal-amal yang bermanfaat …

Read More »

MENGGAPAI RAHMAT ALLAH

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata : فرحمة العبد للخلق من أكبر الأسباب التي تُنال بها رحمة الله . “Kasih sayang seorang hamba terhadap sesama makhluk merupakan salah satu sebab terbesar yang dengannya bisa diraih rahmat Allah.” _____________________________ Bahjatu Qulub al-Abrar, 237

Read More »