Home / Artikel / Seperti Hati Burung..

Seperti Hati Burung..

Hati burung adalah hati yang dikenal lemah lembut, dan sangat tinggi tawakkalnya serta pula rasa takutnya pada Allah. Oleh karenanya hati inilah yang dikatakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagai ciri hati penduduk surga..

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ

“Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR. Muslim 2840)

👤 Imam Nawawi rahimahullah berkata :

“Yang dimaksud dengan hadits di atas adalah hati mereka yang dikatakan masuk surga itu adalah hati yang lemah lembut. Ada pula yang menyebutkan bahwa hati burung itu penuh rasa takut dan khawatir. Karena memang demikianlah keadaan burung yang penuh rasa khawatir dan takut. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa hati burung itu penuh rasa tawakkal, yaitu selalu bergantung pada Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 17 : 177)

Dalam riwayat lain Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.”  (HR. Tirmidzi 2344) Hasan Shahih

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Hukum Ucapan Tahun Baru Hijriyah

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata di dalam adh-Dhiya’ al-Lami’ hal. 702: ليس من السنة أن …

Menganggap Diri Lebih Baik?

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata : “Berbangga Diri, sampai-sampai dikhayalkan, “bahwa engkau lebih baik dari pada …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com