Home / Artikel / Ringkasan Wasiat dan Nasehat Syaikh Prof Dr. Sulaiman bin Salimullah Ar Ruhailiy hafidzahullah dalam pembukaan daurah untuk para da’i, 2 juli 2018 M

Ringkasan Wasiat dan Nasehat Syaikh Prof Dr. Sulaiman bin Salimullah Ar Ruhailiy hafidzahullah dalam pembukaan daurah untuk para da’i, 2 juli 2018 M

“Muncul berbagai macam fitnah sehingga terjadilah perpecahan dikalangan kaum muslimin, ini merupakan kenyataan pahit yang tidak bisa dipungkiri. dan tidak ada jalan keluar dari fitnah ini kecuali kembali kepada Allah Ta’ala dan mengakui segala kesalahan, kekurangan kita, serta mengamalkan prinsip-prinsip ilmiah, yaitu :

1. Ilmu. Karena ilmu adalah cahaya, maka harus memiliki ilmu syar’i sehingga perkataan dan perbuatan menjadi lurus bahkan tujuannya juga benar.
selain itu juga harus memiliki sifat tawadhu’ dan semangat dalam belajar serta membuang sifat sombong.

كُلَّمَا ازدَادَ العِلْمُ ازدَادَ الذُلُّ لِلَّهِ وَازدَادَ التَّوَاضُعُ لِعِبادِ اللَّه

“Semakin bertambah ilmu seseorang maka semakin merendah diri kepada Allah dan semakin tawadhu’ kepada hamba-hamba Allah”.

2. Bersatu. Persatuan harus dibangun diatas 3 prinsip :
(1). Persatuan harus diatas agama dan untuk menegakkan agama.
(2). Persatuan diatas kitab Allah, tidak mengenal basa basi, persatuan bukan diatas partai hizbiyyah dan organisasi, akan tetapi tegak diatas kitab Allah.
(3). Persatuan dalam barisan Rasulullah (diatas sunnahnya) dengan mengikuti pemahaman salafus shaleh.

3. Lemah lembut.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Aisyah :

إِنَّ الرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”. (HR. Muslim no. 2594)

dalam hadits ini rawi menceritakan bahwa Aisyah waktu itu sedang menaiki onta tetapi ontanya rewel dan sulit maka beliau bersikap kasar kepada onta tersebut, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menasehati Aisyah agar bersikap lemah lembut meskipun kepada hewan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam perintahkan bersikap lemah lembut kepada hewan apalagi kepada manusia maka lebih utama.

Dalam riwayat lain Aisyah bercerita :

أَنَّ اليَهُودَ أَتَوُا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالُوا : السَّامُ عَلَيْكَ ، قَالَ : وَعَلَيْكُمْ فَقَالَتْ عَائِشَةُ : السَّامُ عَلَيْكُمْ ، وَلَعَنَكُمُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْكُمْ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَهْلًا يَا عَائِشَةُ ، عَلَيْكِ بِالرِّفْقِ ، وَإِيَّاكِ وَالعُنْفَ ، أَوِالفُحْشَ

“Suatu hari orang-orang yahudi datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam seraya berkata : kematian atasmu, maka Nabi menjawab : bahkan atasmu. maka Aisyah berkata : semoga kematian atas kalian (yahudi), semoga Allah melaknat dan murka kepada kalian. maka Nabi bersabda : tenang wahai Aisyah, hendaklah engkau bersikap lemah lembut, dan jauhilah sikap kasar dan buruk”. (HR. Bukhari no. 6064).

SubhanaAllah.. yahudi yang memusuhi Nabi shallallahu alaihi wasallam dan mendoakan keburukan atas Nabi shallallahu alaihi wasallam, kaum yang dimurkai Allah tidak boleh kita mendhaliminya meski dengan perkataan dan sikap.

Seyogyanya seorang da’i memiliki sikap lemah lembut dalam menghadapi umat dan kesalahan/perselisihan diantara mereka. dan termasuk lemah lembut ketika memberi nasehat.

4. Bersikap kasih sayang.
wajib saling menyayangi sebagian dengan yang lain. sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang penyayang akan disayangi Ar Rahman (Allah), sayangilah yang di muka bumi niscaya yang di langit (Allah) akan menyayangimu”. (HR. Abu Dawud no. 4941 dan Tirmidzi no. 1924, dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam as shahihah no. 922).

Maka wajib bagi para da’i dan guru untuk bersungguh-sungguh dalam bab ini.

مَن لَزِمَ الوِسَادَةَ حُرِمَ مَنزِلَةُ السَّعَادَة

“Barangsiapa yang selalu bersama bantal (banyak tidur) maka dia terhalangi meraih kebahagiaan”.

Kalau bukan karena Allah kita tidak mendapat hidayah, kalau bukan karena Allah kita tidak tau apa-apa, kalau bukan karena Allah kita tidak bisa mengajar, kalau bukan karena Allah kita tidak bisa berkumpul. maka wajib bersyukur kepada Allah dan memohon tambahan karunia dan rahmatNya.

wallahu a’lam.

جزا الله فضلية الشيخ سليمان بن سليم الله الرحيلي خيرا وبارك في علمه

_________________________

  • Diringkas | Ustadz Alif El-Qibty
  • Batu Malang, 19 Syawwal 1439 H /2 Juli 2018 M

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (2015-2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (2015-2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017-sekarang) | Program CS Peduli (2018- sekarang) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - )

Check Also

Larangan Mencela Angin

Ketika angin sedang bertiup, orang-orang mencelanya, maka Abdullah bin Abbas berkata: ‏لا تسبوها فإنها تجيء …

Waspadai Niatmu Dalam Beramal

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: كل عمل يُعمل لغير الله لا ينفع صاحبه، بل قد يضره. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *