Home / Fatwa / Memakai Celana Panjang Bagi Wanita

Memakai Celana Panjang Bagi Wanita

Apakah hukumnya memakai celana panjang yang banyak dipakai wanita di zaman sekarang?


JAWABAN :

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta yang mengikuti mereka hingga hari pembalasan.

📌 Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya memberi nasehat kepada laki-laki yang beriman : 

🔹 Hendaklah mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya, seperti anak laki-laki dan wanita, istri, saudari dan selain mereka.

🔹 Hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kepemimpinan ini.

🔹 Hendaklah mereka tidak melepaskan tali ikatan kepada wanita, yang Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda pada diri mereka:

ماَ رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ

“Aku tidak melihat dari wanita-wanita yang kurang akal dan agama yang lebih (bisa) mempengaruhi bagi hati laki-laki yang bijaksana selain dari salah seorang dari kalian.” (HR. Bukhari 304 dan Muslim 79)

Dan saya berpendapat agar kaum muslimin jangan berjalan mengikuti mode ini, berupa berbagai jenis pakaian yang muncul dan banyak dijumpai yang diadaptasi dari trend mode budaya barat, dan kebanyakan darinya tidak sesuai dengan pakaian islami yang harus menutup semua tubuh wanita, seperti pakaian-pakaian pendek, ketat atau tipis. Termasuk di antaranya adalah celana panjang, sesungguhnya ia menggambarkan bentuk kaki wanita, demikian pula perut, pinggang, kedua payudaranya dan bentuk dari anggota tubuh lainnya. Maka memakainya termasuk dalam hadits Nabi Muhammad salallahu ’alihi wassalam, beliau bersabda :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ, وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ, مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ, رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ, لاَيَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَيَجِدْنَ رِيْحَهَا, وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat, Orang-orang yang memiliki cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Dan wanita yang berpakaian seperti telanjang, berlenggang-lenggok dan menggoyang-goyangkan pundaknya, kepala mereka seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium aromanya, dan sesungguhnya aromanya bisa tercium dari jarak seperti ini dan seperti ini.”  (HR. Muslim 2128)

📌 Nasehat saya bagi laki-laki dan wanita yang beriman : hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersungguh-sungguh memakai pakaian islami yang menutup tubuh dan janganlah mereka menyia-nyiakan harta mereka untuk mengoleksi seperti pakaian ini. 
Wallahul muwaffiq.

_____________________________

Bagaimana Jika Celana Panjang Yang Dipakai Lebar Dan Luas (Tidak Ketat)


PERTANYAAN :

Syaikh, alasan sebagian mereka (wanita) bahwa celana panjang ini lebar dan luas, di mana sudah menutup (semua tubuh)?


JAWABAN :

Sekalipun luas dan lebar. karena hal itu yang membedakan engkau dari laki-laki yang cenderung tidak menutup rapat. Kemudian, dikhawatirkan juga termasuk wanita yang menyerupai laki-laki karena celana panjang termasuk pakaian laki-laki.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Ahmad 8309)

Dalam hadits lain disebutkan :
لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Ahmad 3151)

_____________________________

  • Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rahimahullah
  • Kitabud Da’wah

About Abdullah bin Suyitno

Seorang tholabul ilmi di bumi Allah. | Kepala Bidang Pendidikan Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Bidang Dakwah Offline Bimbingan Islam (Agustus 2015 - Maret 2016 Berlanjut Januari 2017- Januari 2018) | Kepala Divisi BiASTV (2017- Juli 2019) | Manajer Program CS Peduli (September 2018- Juli 2019) | Media Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad (Februari 2018 - Januari 2019)

Check Also

Bahaya Rusaknya Tauhid

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: الذنوب مع صحة التوحيد خير من فساد التوحيد مع عدم هذه …

Hati Tenang Karena Mengutamakan Akhirat

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: تجد أهل الآخرة لا يهتمون بما يفوتهم من …

Kirim Pertanyaan ke Shahihfiqih.com